Tampilkan postingan dengan label my own. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my own. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

I'm back !!! :D

Assalamu'alaikum..

HALLO SEMUAAAAAAAAAAA~ !!!!

Aku kangeeeeeeen banget nulis !

Aku kangeen blog ini !!

Aku kangen nulis pokoknya !

Selama berbulan-bulan, aku gak pernah nulis lagi. (ini serius!) Jujur aja, aku sama sekali gak mood nulis. Aku juga gatau kenapa. Rasanya hatiku ganjal. :(

Hari ini, aku buka blog-nya dua sahabat baikku, dan tiba-tiba, aku pengen nulis. huhuuhu. T_T

Makanya aku sempetin buka blog-ku yang aku telantarkan ini. (lama-lama bahasaku lebay nih). dan jejeeeeeeeeng!! aku bener-bener kangen nulis. aku kangen kebiasaanku menuliskan semua ceritaku di blog ini. aku kangen. aku kangen.

untuk sementara ini dulu ya. aku bakal nulis lagi kok. aku janji. besok-besok aku ceritain semuanya. makasih dear all... :)

Wassalamu'alaikum. :)

Love you as always...

Rabu, 09 Maret 2011

Maafkan aku... :(

My Dearest Reader,
maaf ya. aku udah lama ga update. kehidupanku terlalu rumit. semuanya terasa (agak) berat walaupun masih banyak juga yang begitu menyenangkan.

terlalu susah untuk diceritakan semuanya. terlalu banyak soalnya. hehe. :p

aku berusaha kuat menghadapi semua. yang pasti, aku semakin mencintai Bang Dikta yang tercinta. hehehe. siapa Bang Dikta? bang dikta itu vokalis Yovie Nuno. hehehe. :p

hm.. cukup sekian ya. abis ini Rapat Evaluasi Umum 1 Himakom mau dimulai lagi.

still loving you, guys. :)

Selasa, 28 Desember 2010

Kebahagiaan (?)

Tuhan, kalo saja kali ini saya boleh berharap, saya hanya ingin orang-orang yang saya cintai bahagia. Saya ingin orang tua, saudara, keluarga, sahabat dan teman-teman saya dapat merasakan kebahagiaan. saya merasakan sebuah kebahagiaan yang mendalam ketika saya melihat sahabat saya bahagia.

sebut saja dia Anna dan Fano. Anna adalah teman saya. saat ini dia kuliah di Ilmu Komunikasi di sebuah Universitas ternama di Jakarta. dulu, ia masuk Komunikasi dengan jalur PMDK. ini merupakan sebuah bukti bahwa ia adalah gadis yang pintar. ia juga cantik. baru saja, saya mendapatkan kabar bahwa ia sudah memiliki kekasih yang bernama Fano. ya, Mas Fano. dia kakak kelas kami di SMA. setauku, Mas Fano adalah sosok yang sangat baik dan mapan. setau saya, saat ini dia sudah bekerja di sebuah instansi pemerintahan di Jakarta, maklum lulusan STAN. ya, sama seperti adiknya, sebut saja bernama Mas Asa, yang sangat saya kagumi. tadi ketika saya membaca wall Anna. entah apa itu, saya merasakan keterharuan. saya merasa ingin sekali menangis. bukan, bukan menangis sedih. namun, menangis bahagia. dalam wall di fb Anna, ada banyak sekali ucapan-ucapan manis yang Mas Fano lontarkan. ya, seorang yang sudah dewasa dan terkenal baik, pasti orientasinya adalah mengarah kepada pernikahan. itu yang saya tangkap. subhanallah. entah itu rasa iri atau bahagia. tapi saya merasakan sesuatu menyesakkan di hati saya. mungkin rasa bahagia.

saya merasa bahagia. ya, itu yang saya rasakan saat melihat orang di sekitar saya bahagia.

tapi, apakah arti kebahagiaan itu untuk saya? saya tidak tahu. yang saya tahu, saya merasa senang saat melihat orang lain bahagia. saya sudah lupa dengan arti bahagia. saya sudah buta dan mati rasa dengan rasa itu. rasa yang dulu pernah saya rasakan saat bersama orang yang saya cintai. ya, saya sudah lupa dengan kebahagiaan itu. yang saya tahu, saya senang orang-orang yang saya sayangi bahagia.

Tuhan, jika saya boleh berharap, saya ingin Kau pertemukan saya dengan seseorang yang dapat menggantikan posisinya di hati saya. yang saya tahu, saya masih mencintainya. Tuhan, kirimkan saya seseorang seperti Mas Fano. atau jika Kau beri saya adiknya, saya pun mau. karena bagi saya, kedua kakak beradik itu sama baik dan perfect-nya. ya, saya tahu. saya merasa nyaman jika di dekat Mas Asa, saya merasa dilindungi. itulah yang saya cari selama ini. seseorang yang membuat saya nyaman. ya. ini benar Tuhan. perlahan saya mulai menyayangi Mas Asa.

Namun. saya merasa terlalu rendah dan minder untuk meraihnya. dia terlalu tinggi untuk saya raih. seorang seperti Mas Asa jelas memiliki standar yang tinggi untuk urusan hati. sedangkan saya? saya hanya gadis muda yang tidak cantik, tidak memiliki kelebihan apapun. so, apa yang dapat saya lakukan? saya hanya ingin dilindungi dan dicintai. mungkin saya hanya dapat menjadikannya semangat. ya. itu yang sedang saya lakukan sekarang. dia seperti bintang yang harus saya gapai. mungkin itu. dengan jalan, saya harus bisa menjadi yang terbaik dan sukses. :)bukankah dengan cara itu, seseorang bisa merasakan bahagia? ya. itu caranya.

kembali saya meminta, Tuhan. persatukan aku dengan Mas Asa. hanya karena dia mulai memasuki hati saya, saya bisa ikhlas melupakan masa lalu saya. ya. saya sudah memaafkan dia. Tuhan, aku mohon. kabulkanlah doaku kali ini. aku mohon.

Alasan saya vakum nulis blog :)

Assalamu'alaikum. Selamat Pagi, kawan.

hump. kita mulai dari mana?

saya mau minta maaf dulu. jujur aja, dari akhir november ada banyak hal yang ingin saya ceritakan pada kalian. tapi, saya belum ada waktu untuk menulisnya. ini aja saya harus mencuri-curi waktu. T_T

sebenarnya saya mau menceritakan tentang makrab komunikasi 2010. tapi belum sempat nulis. saya terlalu sibuk dengan aktivitas saya. T_T

jadi nanti kalo saya sudah sempat, tolong dimaklumi jika saya akan memposting secara bertubi-tubi.

rencananya saya akan memposting tentang makrab komunikasi 2010 tanggal 26 november 2010, up grading himakom 2010-2011 tanggal 10 Desember 2010 - saya sudah jadi pengurus lho! haha, seminar internasional "Revitalisasi Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia" tanggal 15 Desember, Baksos dan Anjangsana ke Panti Asuhan tanggal 19 Desember, Pemantapan PMR Wira SMansa tanggal 19 Desember, NGOBRAS (Ngobrol Asyik Komunikasi) tanggal 23 Desember, dan Ultah Panji yang pertama tanggal 26 Desember.

banyak juga kan? makanya saya belum sempat nulis. hehe. jadwal saya bejibun. sampe pusing saya mikir kepadatan jadwal. hehe. #plak

hump. malum ya. ini saya cuma curi-curi waktu. saya cuma mau kasih tau kenapa saya ga pernah posting. hehe.

tetap semangat ya. aku sayang kalian. :)

Wassalamu'alaikum.

Senin, 22 November 2010

Menulis Adalah Hidup Saya . . . :-)

Assalamu’alaikum.

Hai teman. Jangan bosen baca blogku ya. Mungkin isinya emang nggak penting. Mungkin isinya nggak jelas. Emang, saya akui itu. ini Cuma blog nggak penting. Otomatis, yang buat juga nggak penting.
#what’s wrong with you, dear? Hey Nisa, come on ! wake up!

Apaan sih? saya beneran kehilangan semangat hidup. Hidup saya udah nggak jelas lagi. Hidup saya nggak penting.
#Wooooy! Bego! Bangun! Loe ngomong apaan sih? nikmat Tuhan tuh! Masa’ dibilang nggak penting!

Buat apa saya hidup kalo yang jadi semangat buat hidup saya udah nggak tau di mana? Buat apa saya ?
#Astagfirullah. Kamu itu ngomong apa sih? stop berpikir negative ya!

Stoooop! Apaan sih ini? maaf, kawan. Saya sedang down (lagi). Perasaan saya kembali nggak karuan. Ini postingan nggak jelas. Mungkin dengan posting ini, saya pengin berkomunikasi dengan kalian. mungkin kalian berpikir, ngapain saya buka aib saya sendiri di blog ini, sedangkan saya sendiri adalah orang yang sangat menjaga privasi.

Pertama, saya ingin kalian mengambil hikmah dari setiap cerita kehidupan saya. Saya nggak bisa kasih apa-apa lagi ke kalian selain itu.

Kedua, saya nggak mau kehilangan kemampuan menulis saya. I’ve ever told you before. Saya telah kehilangan inspirasi dan penyemangat saya. Nah, saya takut, setelah ini saya jadi jarang nulis dan kemampuan saya nulis ilang gitu aja. Saya nggak mauuuu!! Makanya saya nulis blog ini sama ikut Kentingan. Biar saya bisa latian nulis lagi. Semangat!

Ketiga, dosen Pengantar Ilmu Psikologi saya, Ibu Sri Wiyanti yang juga seorang Psikolog mengatakan, “Alam bawah sadar keluar dengan sempurna melalui mimpi. Kalau yang tidak sempurna melalui salah ucap, mengigau dan tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Alam bawah sadar muncul ke alam sadar karena alam bawah sadar sudah terlalu penuh dengan keinginan- keinginan yang tidak terwujud. Nah, supaya alam bawah sadar kita tidak penuh, komunikasikan orang lain, minta bantuan orang lain untuk mendengarkan isi hati kita. “ so, kalian bisa ambil kesimpulan untuk alasan ketiga ini kan?

Keempat, saya ingin dia membaca semua ini, meninggalkan beberapa komen dan berusaha memperbaiki semuanya. Dengan blog ini, saya mengkomunikasikan perasaan saya padanya. saya ingin dia tahu betapa sakitnya ditinggal orang yang paling sayang dalam hidup saya, tepat di hari ulang tahun saya dan tepat saat keluarga saya sedang ada masalah. Hufh. Ini semua terlalu berat untuk saya. Tapi walaupun begitu, saya harus tetap kuat menghadapi ini semua. Berat memang. Tapi saya pasti bisa.

Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan. Maaf kalo blog ini bisa menyinggung beberapa orang yang tersangkut di dalamnya.

Komunikasi adalah proses penyampaian perhatian, pesan dan perasaan kepada orang lain. Itu lah yang sedang saya lakukan sekarang. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi yang baik, saya ingin menerapkan prinsip-prinsip komunikasi dalam kehidupan pribadi saya.

Tetap semangat, kawan. Besok akan saya ceritakan lagi tentang kegiatan saya berikutnya. Tetaplah tersenyum, senyum itu ibadah yang paling murah dan sehat.
See you. Love you everyone.
Wassalamu’alaikum.

Outdoor With The New Kentingers !!!

Assalamu’alaikum. Bon nuit et bon rѐve, mes amis !!! jangan su’udzan kalo aku ngatain kamu amis dulu! Itu artinya selamat malam dan selamat beristirahat, teman-teman. :-)

Kayak yang udah aku tulis di postingan sebelumnya. Aku bakal cerita tentang Diklat Outdoor LPM Kentingan selama 3 hari 2 malem di Villa Sari Handayani Tawangmangu.

Hari Jum’at, 5 November 2010, jam 16.30 WIB, bus rombongan calon Kentingers berangkat dari kampus UNS tercinta. Jadwalnya molor satu setengah jam. Soalnya, hujan dueras yang disertai petir yang menyambar-nyambar tiba-tiba turun ke Bumi Solo tercinta. #bahasaku hiyek banget. Perjalanan ke TW sekitar satu setengah jam. Mungkin karena pak sopir-nya nggak canggih. Hehe. tapi nggak apa-apa. Daripada ngebut ugal-ugalan. Haha. Sampe di villa kami tercinta sekitar jam enam-an. Sampai di sana, kami langsung disuruh solat dan makan malam. Menu pertama kami adalah nasi goreng dan telor mata sapi alias telor ceplok. Hehe. enaaak. Setelah makan malam, kami semua ada kontrak forum. Jadi bikin perjanjian tentang peraturan yang berlaku selama Diklat outdoor. Setelah itu ada materi dari Mbak Farida Trisnaningtyas, wartawan Solopos dan juga mantan pemimpin umum Kentingan. Kata mbak dan mas senior, mbak Farida ini mirip sama aku. hehe. moga-moga mirip nasibnya ajaa. Amiin. Mbak Farida ini ngisi materi EYD. Nah lo. EYD. Jadi inget Bu Dini, guru Bahasa Indonesia sewaktu SMA. Pokoknya asyik dah waktu materinya Mbak Farida ini. kebetulan aku juga suka banget sama yang berhubungan sama EYD gitu. Haha.

Abis itu, ada simulasi wawancara. Di sana, kami dikasih sebuah kasus dan narasumbernya itu kakak panitia yang disebar di sekitar villa. Kasusnya itu tentang penculikan dan pembunuhan seorang gadis yang bernama Rosenda. Sumpah! Acara yang ini nggak jelas banget. Masa’ kakak-kakak tu aktingnya konyolan banget! Apalagi Mbak Diyah sama Mas Dhimas. Mereka jadi orang tuanya Rosenda. Gilaaa. Mereka aktingnya sampe nangis-nangis gitu. Gek nangis e kie uaneh e minta ampun. hehe. Setelah itu, kami harus menuliskan semua data yang diperoleh dari narasumber-narasumber itu dalam sebuah straight news. Dan kemudian ada evaluasi simulasi wawancara. Di sini, Mas Hasan sama Mbak Dino ngoreksi semua tulisan dan mengevaluasi jalannya simulasi wawancara ini. dan setelah itu, waktunya Tiduuuur!!!! Hehe.

Hari Sabtu. 6 November 2010. Semua peserta dibangunin jam setengah 6 pagi! Hehe. Pokoknya harus udah siap di ruang makan jam setengah 7. Dan sarapan pagi kami adalah Soto! Hehe. tempe gorengnya enak. Mau minta tambah kagak boleh. Hehe. Setelah makan selesai, langsung ada acara diskusi tentang Kontroversi Pemberian Gelar Untuk Mantan Presiden Soeharto. Hehe. acaranya seru banget. Debat gitu deh. Sekitar jam setengah 9, debat selesai dan dilanjutkan dengan pengarahan buat simulasi bulletin. Jam 9 teng, simulasi bulletin dimulai. Simulasi bulletin itu acara yang mengharuskan kita untuk bikin bulletin kecil-kecilan. Hehe. kita cari berita sendiri, bikin tulisannya, fotonya sendiri, dan nge-layout sendiri. hehe. asyik banget. Aku, Maul, Dea sama Nurzul keliling kompleks Grojogan Sewu buat cari berita. Kami juga sempet ke Villa Wahyu Abadi, villa saingannya Sari Handayani. Lokasinya nggak begitu jauh dari Sari Handayani. Di sana, kami wawancara buat profil. Hehe. pas banget. Waktu itu anak KINE – klub film di FISIP yang pada makrab baru aja nyampe di Wahyu Abadi. Jadi ketemu sama temen-temen deh. Hehe.


Nisa lagi wawancara nih. hehe

Sekitar jam 12-an, kami udah sampe lagi di villa dalam keadaan sangat ngidam molen pisang a la TW. Siaaal!! Di sekitar villa kagak ada yang jual lagi!! Akhirnya sampe ngerayu mas Jono sama Mas Sindhu – pembimbing kelompok bulletin buat beliin molen ke pasar. Hiks. Pengen banget tuh. Dan akhirnya, Mas Cahyadi pun mendengar jeritan hati kami. Mas Cahyadi bilang, disuruh sms ke Mas Hasan buat beli molen di pasar waktu mau balik ke villa. Mas Hasan masih di Solo soalnya. Hehe. dan nyampe villa jam setengah 5-an. Hiks. Alhasil, nunggu Mas Hasan sambil ngerjain bulletin. Mas Yudha yang notabene adalah satu-satunya anak DKV di kelompokku pun mulai asyik gambar buat cover bulletin. Hehe. aku, Maul, Nurzul, Dea sama Mas Pandhu asyik nulis sesuai porsi tugas masing-masing. Hehe. kerjaan ini juga diselingi bercanda sama Mas Jono dan Mas Sindhu. Hehe. asyik banget. Bener-bener kerasa banget kedekatane. Hehe. sekitar jam 4-an, bulletin kelompokku udah jadi. Alhamdulillah. walopun hasilnya nggak sesuai dengan yang diharapkan, tapi aku tetep seneng soalnya bisa semakin deket sama temen-temen baru. Hehe. dan tepat jam setengah 5, Mas Hasan dateng !!! dan itu tandanya, Molen dataaang!! Hehe. nggak ada 15 menit, molen udah abis! Hehe. sumpah. Kayak nggak pernah makan!

Malem harinya ada evaluasi bulletin dari Mbak Diyah, Mas Arief, sama Mas Chrisna. Hehe. sumpah! Masa’ saya yang disuruh presentasi. Ini nih yang agak nyebelin. Hehe. Banyak banget dapet kritikan dari 3 juri kita. Huaaah!! Bulletinku ancur. Banyak banget salahnya. Duuuh. Tapi, aku cukup bangga sih. Soalnya Mbak Diyah sama Mas Chrisna bilang kalo tulisanku lumayan bagus dan EYD-nya udah bener. Alhamdulillah. harus lebih semangat lagi! Nggak boleh nyerah gitu aja! Semangat!

Setelah evaluasi selesai, langsung dilanjutin pensi. Oh mama, nggak!!! Saya harus menyanyi. Padahal suara saya itu jeleeeek banget. hiks. Sumpah! Hari itu saya nanggung malu. Huaaaah!! But, I felt excited. You know why? The night sky in Tawangmangu was very beautiful. You can see thousand or maybe million stars. And you’ll feel that you can reach it closely. It was make me feel happy. Setelah pensi selese, langsung bobo!!! Haha.

Besoknya, Minggu 7 November 2010. Pagi itu, kami dibangunkan jam 6. Tumben banget. Padahal hari sabtu, dibangunin jam 5-an. Haha. Bangun pagi, langsung disuruh siap-siap buat sarapan sama outbound. Hehe. Abis sarapan, calon Kentingers yang imut-imut ini langsung diajakin warming up di halaman villa. Seger. Alhamdulillah masih bisa dapet udara bersih. Setelah itu, ada pembagian kloter outbound. Nah, kelompokku bareng sama kelompoknya Eri. Hehe.


menanti giliran outbound....

Pos 1 itu ada Mas Hendy, dkk. Game-nya tentang ranjau-ranjau gitu. Jadi kita harus milih satu dari 3 kotak di baris pertama. Kalo di baris satu ini sukses ngelewatin ranjau, bisa lanjut ke baris kedua. Gitu seterusnya. Sekali aja nginjek ranjau, diganti sama temen kain yang sekelompok. Dan di pos ini, kelompoknya Eri yang menang. Hehe. Pos 2 itu ada Mbak Surya, dkk. Kali ini game-nya nyalurin bola pingpong lewat bamboo. Kamu pasti tau kan gimana game-nya? Hehe. dan di sini, kelompok saya lah pemenangnya. Haha.


ini di pos 1



Ini di pos 2

Pos 3. Ini nih yang seru. Sumpah! Saya nggak bohong. Jadi, buat sampe ke pos 3, kami harus turun jurang dulu. Eh, serius. Saya nggak bohong. Padahal ya, itu abis ujan, jalannya licin, nurun banget lagi. Udah deh ya, kalo takut ketinggian kagak usah ikutan main. Di tengah-tengah tebing, kami diharuskan tutup amat dan ngelakuin gerakan PBB sesuai sama aba-aba yang dikasih Mas Uud. Dan itu kami bener-bener ada di bibir jurang. Tutup mata pula! Bayangpun kalo ada setan lewat dan kita disenggol! Waaaah. Naudzubillah. Amit-amit jabang bayi! Setelah itu, kami turun ke jurang itu. dan di sana ada sungai yang masih jernih banget. Subhanallah. Saat kamu ada di dasar jurang, lihat lah ke atas. Dan subhanallah, indah banget. Dan kamu akan merasa sangat kecil. Hehe.

Kami langsung digiring ke pos bayangan, isinya itu mas-mas alumni Kentingan gitu deh. Pokoknya, di sana, kami dikasih wejangan yang buanyak banget tentang kehidupan organisasi. hehe. Kami harus punya rasa saling memiliki. Kentingan itu bukan milik saya, Kentingan bukan milik anda, Kentingan bukan milik dia. Tapi Kentingan itu milik kita. Kentingan awalnya kosong, kitalah yang harus mengisinya. Abis itu, kita dituntut buat masuk ke dalam gua yang ada di deket situ. Sumpah ya. Di sana dingin banget. Begitu masuk, rasanya tenang banget. Suara air yang deres banget, bercampur lembabnya gua. Bener-bener tentram.

Setelah keluar dari gua, sampai lah kami di Pos 3. Di sini, game-nya adalah mengeluarkan bola dari dalam pipa yang dibolong-bolong. Nah, ngeluarinnya pake air. Hehe. Kamu juga pasti tau gimana game-nya. Nanti deh, aku kasih foto-fotonya. Hehe. Dan kelompokku lagi-lagi menaaaang!!! Yee!! Alhamdulillah. setelah itu, kami kembali melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya dalam keadaan hujan deras. Yup! H-U-J-A-N-D-E-R-A-S !!! Tapi karena kondisi cuaca yang parah gila, akhirnya kita Cuma lewat di pos 4. Hehe. Alhamdulillah. dan pos 5 otomatis juga dibatalkan.


ini di pos-nya alumni


foto sama Mas Uud


ini kelompokku. Mas Pandhu, Maul, Nisa, Nurzul, Dea dan MAs Yudha (dari kiri)


ini abis dimandiin. haha. pos 3.


ini gua-nya


kalo kamu liat ke atas jurang, ini yang akan kamu lihat.

Sampai villa sekitar jam 11-an. Itu pun kami belum mandi dan jam 1 harus selese packing dan siap-siap. Emang sih, bisa dibilang lama. Tapi sekarang masalahnya, paviliun cewek kagak bisa dibukaaa!!! Kuncinya ketinggalan di dalam! Nah lo! Ini sekitar 1 jam-an lah. Haha. Dan untungnya, ibu yang punya villa ini berinisiatif liat ke dalam lewat jendela dan berusaha ambil kunci itu. hehe. Alhamdulillah, akhirnya bisa dibuka juga. Haha. Dan karena waktu udah sangat mepet, akhirnya kami mandi cepet-cepet deh. Hehe. setelah semua udah siap, and we gonna go!! Haha. Belom pulang bego! Tapi ngumpul dulu di aula villa. Hehe. asyik deh. Ngumpul bareng sama semua Kentingers. Di sini, kami banyak sharing sama kakak-kakak. Ada pemilihan putra putri marka juga. Selain itu, ada juga pelantikan jadi Kentingers. Dan yang paling membahagiakan, dapet kartu pers !!!! haha. Nice day deh. Hehe. abis itu, we gonna home!!


Ini kartu pers pertama saya

Hump. Mungkin itu dulu yang bisa saya ceritakan. Haha. Have nice day everyone!!! Love you.
Wa’alaikumsalam.

#video akan aku upload besok2. hehe

Two Weeks ago . . .

Maaf teman, ini postingan yang harusnya di post seminggu yang lalu. :)

Assalamu’alaikum. Good Morning. Good Afternoon. Good Evening. Good Night. Good Luck in everything you will to do, you are doing and you have done. Allah always with us.

Aku bingung harus mulai dari mana. Dari dua minggu yang lalu bener-bener full kegiatan. Nggak ada istirahat.

Oke. Kita mulai dari hari senin (25-10-2010). Pertama, aku harus ikut AAI. Sumpah, dilemma antara ikut AAI apa persiapan FISIP CUP di lapangan. Akhirnya aku putusin nggak ikut AAI dengan pertimbangan, toh yang konfirmasi dateng Cuma 2 orang, Arum sama Garinda. Aku ikut persiapan Fisip Cup di Lapangan Basket FE. Nyapu lapangan dari sisa air ujan juga lhoh! Hehe. sekitar jam 11 siang, aku ada rapat panitia makrab Komunikasi 2010. Hehe. ngumpul sama anak-anak asyik juga! Wkwk. Karena pertandingan pertama FISIP Cup adalah BEM vs HIMAKOM, saya merasa beban moral buat nonton pertandingan itu. dan akhirnya, kami bertiga (Nisa, Devi dan Dita) memutuskan untuk membolos kuliah Kewarganegaraan yang diajar Pak Budiarjo. Hehe. nakal banget ya? #mama papa, maafkan anakmu ini. Nggak apa-apa, sekali-sekali boleh kok. GUBRAK!! Dan Fisip Cup pun dimulai. Pertandingan pertama lumayan seru. Hehe. jujur aja, aku dilemma buat membela antara Himakom apa Bem. Keduanya organisasi yang juga keluarga baruku tersayang. Pertandingan dimenangkan oleh HIMAKOM FISIP UNS dengan telak! Score 6-1 untuk Himakom! Telak kan? Hehe. tapi sialnya, sekitar jam 3 sore gitu, tiba-tiba ujan turun gitu aja. Deres banget lagi! Ckck. Akhirnya semua bubar. Termasuk panitia. Semua lari cari peneduh. Dan pertandingan, di PENDING ! padahal masi punya 1 pertandingan lagi. Hufh. Sabar aja deh.


Mas-mas ini keliatan asyik banget rebutan bola. hehe. :-p


Mas-Mas ini juga semangat banget rebutan bola. hehehe. :)


Ini tim Futsal Himakom. Juara 1 lhooo!

Hari kedua dalam seminggu, Selasa (26-10-2010), kuliah Komunikasi libur soalnya Bu Sofi ada keperluan keluarga. Alhamdulillah. ke kampus Cuma buat persiapan Fisip Cup. Hehe. buat hari kedua ini, kita ada 7 pertandingan termasuk yang dipending kemarin. Dan waktu jalan 2 pertandingan, ujan kembali mengguyur dengan sangat tega. Hiks. Kapan Fisip Cup bisa selesai kalo tiap hari ujan gini?

Hari ketiga, Rabu (27-10-2010), kuliah Psikologi libur soalnya Bu Wiyanti lagi ada keperluan lain. Alhamdulillah. beban sedikit berkurang. Hehe. lagi-lagi persiapan Fisip Cup. Hehe. nyapu lantai lagi nih. Hehe. abis itu kita bertiga pergi ngeprint tugas makalah agama yang dateline-nya telat seminggu. Haha. Biarin deh. Wkwk. Setelah kuliah agama, kita langsung ke lapangan buat persiapan. Dan lagi-lagi, ujan mengguyur. Untungnya, menjelang pertandingan ujan berenti. Alhamdulillah. dan parah, aku lupa kalo aku yang bawa kartu merah sama kartu kuning. Padahal aku dateng nelat. Sial! Dimarahi temen-temen panitia yang lain! Huaaah! Kapan penyakitku ini ilang ?? dan pertandingan pun berlangsung sampe jam 3. Karena waktu udah mepet, akhirnya ada satu pertandingan yang di pending besok. Dan yang dipending itu pertandingan antara Teater SOPO (Sosial Politik) sama HMD (Himpunan Mahasiswa Diploma). And you know what? SOPO marah-marah sama panitia. Mas Luci, Mbak Leila, Mas Deddy, semangat ya! Dari ini semua, aku bisa liat gimana pengorbanan mereka buat kesuksesan acara ini. hiks. Sekitar jam limaan, kita bertiga pulang. And then, we were excited about something. In canteen of Law Faculty. Di halaman kantin, ada banyak banget guguran bunga akasia warna kuning. The floor was full of yellow. Like a carpet. That was really beautiful. Karena aku punya obsesi pribadi buat foto waktu bunga-bunga itu guguran, kami bertiga akhirnya nggak jadi pulang. Kami belok ke arah kantin FH yang udah tutup dan sepi. Alhamdulillah. And it’s show time, dear. We have taken photos. We were very happy. Nggak lama, Mas Luci sama Mas Deddy tiba-tiba muncul di antara kami. Dan kami tutup hari itu dengan senyum bahagia. Alhamdulillah. aku selalu menyukai momen-momen bahagia bersama orang-orang terkasih.

Hari Kamis (28-10-2010), pagi jam 10, aku ada kuliah Dasar-dasar logika. Abis itu, sekitar jam 11.50, aku ada kuliah Pengantar Sosiologi. Karena minggu ini jatah UKD (ujian kompetensi dasar) yang diadain tiap empat kali pertemuan, jadi Bu Lili kasih kami soal Sosiologi yang boleh dibawa pulang dan boleh buka buku! Haha. Alhamdulillah banget. Tapi, tugas ini harus dikumpulin hari jumat tepat jam 12 siang. Nggak boleh telat. Sebelum itu sangat dianjurkan! Haha. Ya ialah! Abis Bu Lili kasi kita tugas UKD, kita boleh pulang. Hehe. abis itu aku ada rapat Blogfest di Ruang MAP Gd.2 FISIP UNS. Tapi sebelumnya, aku ke sekre Bem dulu buat persiapan Fisip Cup. At least, aku udah bantu dikit. Waktu di sana, aku ketemu sama Mas FH. LHOH? Kok masi di sekre? Harusnya dia kan di Ruang MAP. Ya udah, akhire aku ajak dia sekalian ke Ruang MAP. Masyaallaaaah. Mas FH itu kan cowok. Masa’ nungguin dia selese ngeprint, dll itu sampe 5 menitan? -______-a Akhirnya, kita berdua pergi ke Ruang MAP bareng-bareng. Hohohoho!! Saya senang sekali. Sampe ujung koridor, Ori udah nunggu. Dan kita bertiga pergi ke Ruang MAP bersama-sama. #formal mode : ON. Dan taraaaa!! Semua yang ada di ruang itu adalah DOSEN. What? Tunggu. Tunggu. Aku nggak salah masuk ruangan kan? Nggak kok. Ada Pak Ramdhon di dalam ruangan itu. aku baru tau kalo ternyata Blogfest itu acara dari fakultas. Haha. Parah banget. Dan mahasiswa yang dilibatkan Cuma 10 orang. Ada aku, Ori, Ali, Mas FH, Mbak Farida, Mbak Rani, Mbak Vivi, Mas Kharis, Mas Wahyu dan Mbak Ari. Woooooow. We are special. Wkwk. Semangat! Abis ikut, rapat Blogfest, aku langsung pergi ke Puskom UNS buat ikut Diklat Indoor Jurnalistik Dasar yang diadain sama LPM Kentingan. Acara ini sebenarnya mulai jam 1 an. Tapi aku baru dateng ke sana sekitar jam 2 an. Haha. Ternyata materinya belum mulai. Haha. Alhamdulillah. pulang diklat sekitar jam 6 an, langsung diajak makan sama Dita Devi. Haha. Pulang jam 7 an deh.

Hari Jum’at (29-10-2010) pagi harusnya aku ada kuliah Komposisi. Tapi karena Pak Hastarjo nggak bisa dateng, kuliah (lagi-lagi) OFF. Haha. Akhirnya, aku Dita Devi–tiga serangkai langsung ke perpus buat ngerjain tugas sosiologi dengan ganjaran, BOLOS kuliah Pengantar Ilmu Politik! Haha. Kumat. #saya janji, ini bolos saya yang terakhir, pak. Hiks. Abis ngerjain, kita iseng ngeprint ke sekre Himakom. Wkwk. Dan akhirnya dengan berat hati, Mbak Ninda dan Mbak Mei menolak kita. Hiks. Print himakom rusak! Hiks. Setauku, himakom itu kaya raya deh. Huaaah. Akhirnya kita ngeprint di Himagara. Dan tau kah kau apa beda himagara dan himakom, selain beda jurusan? Yak! Sekre-nya. Masyaallah. Jeglek banget. Yang himagara itu rapi, teratur, bersih, dingin dan pokoknya menyenangkan. Dan himakom itu kotor, berantakan, panas dan cukup menyesakkan. Hiiiy. Beda banget. Malu aku. hiks. Sekitar jam 1 an, aku sama Eri dateng Rapat Anggota Himakom –rapat tertinggi Himakom. Aku dateng gara-gara ajakan Mas Ansyor sama Mas Ikhsan yang bener-bener minta tolong ke aku. huaah. Mas-masku tersayang, nggak usah sampe kayak gitu. Awalnya, aku Cuma mau ikut sampe jam 2. Tapi gara-gara rapatnya dipending terus –nggak ada peserta, jam 2 itu belum juga dimulai. Hiks. Dan waktu mulai –dengan peserta berjumlah 15 an orang, ada pemilihan Presidium –pemimpin rapat gitu deh. Dan dengan tenang Mas Ansyor tega nyuruh aku jadi pemimpin rapat. Hiks. Mas jahat deh. Hehe. but, it was not my problem. Ini cara pembelajaranku. Aku itu mahasiswa komunikasi. Harus bearni ngomong di depan semua orang. Semangat! Akhirnya aku sama Mbak Deka jadi Presidium tetap. Hore! Ini waktu kami latihan! Haha. Dan akhirnya, aku nggak ikut diklat LPM. Hiks. Untung udah izin Mas Rangga. Oh iya, hari itu, yang pimpin rapat Mbak Deka. Aku baru liat dulu. And you know what? RAH itu sampe jam 10 an malem! Huaaah. Melebihi jam malam saya itu. tapi Alhamdulillah sebelumnya Mbak Tika udah telpon papa. Hehe. RAH itu isinya laporan pertanggungjawaban dari Mas Ansyor –ketua umum Himakom, ke anggota Himakom –seluruh mahasiswa ilmu komunikasi yang hari itu hanya diwakili 11 orang, itupun datang dan pergi. hehe. karena waktu LPj Mas Ansyor dipojokin sama Mas Latief dan Mas Kukuh –mantan pengurus Himakom, Mas Ansyor sampe terharu nyadar kalo kedekatan dia sama temen-temen pengurus lain itu begitu erat dan Mas Ansyor mbrebes. Hiks. Mas Ansyor semangat ya! We love you, Mas. Dan untungnya, laporan pertanggungjawabannya itu diterima sama anggota. Di sana aku bisa liat suasana rapat yang mengharukan. Aku bener-bener terharu liat kakak-kakak baruku itu bersujud syukur. Aku sadar, betapa berat menjadi seorang pengurus Himakom. Semangat! RAH selese jam setengah sebelas malem. Aku pulang dianter sama Mas Ikhsan, Mbak Tika dan Mbak Ninda. Huaaah. Serius, aku ngerasa punya kakak baru. Makasih Mas, Mbak. Aku sayang kalian. dari RAH ini, aku sadar, aku dapet keluarga baru. Himakom is my new family. Nggak henti-hentinya aku berterima kasih sama Allah.


Sumpah, saya di-candid. jeleeek banget!!


Ini Mas Ansyor . .

Hari Sabtu (30-10-2010), dari pagi sampe sore, aku ada diklat indoor LPM. Seharian full. Aku nggak pengen cerita banyak soal ini. you know lah gimana suasana diklat.

Hari Minggu (31-10-2010), I love Sunday!!! Haha. It’s time to take a rest. Haha.

Hari Senin (01-10-2010) siang, aku wajib ikut kelanjutan RAH. Kali ini, Sidang Pleno 3 dan 4. Dan kali ini, saya lah Presidium-nya. Dengan bantuan Mbak Tika, aku mimpin rapat. Pleno 3 itu Sidang komisi. Jadi peserta RAH dibagi jadi 3 komisi : AD/ART, GBHPK dan RI (Rekomendasi Intern). Di sepanjang rapat ini, banyak terjadi perdebatan asyik. Hehe. kenapa asyik? Soale kali ini rapatnya lebih santai. Haha. Isinya bercanda tapi serius. Lhoh? Yah, pokoknya bisa bayangin sendiri deh. Haha. Apalagi pada kompak banget godain aku. hufh. Tiap aku ngomong apa gitu langsung diledekin. Di rapat ini, aku bacain yang namanya Surat Ketetapan RAH itu sampe 3 kali. Kalimatnya sama semua. Kali ini juga sampe malem lagi. Pleno 3 selese jam setengah sepuluhan. Langsung dilanjut pleno 4 yang milih KPRH (Komisi Pemilu Raya Himakom) yang berjumlah 10 orang. Dan taraaaa!! Tiba-tiba mati lampu! Mampus loe! Semua pada teriak. Haha. Langsung pada nyalain hapenya sendiri-sendiri terus diangkat tinggi-tinggi. Aku masih nggak ngerti apa artinya itu. haha. Sumpah. Konyolan banget! Abis itu Mas Kukuh nyalain senter hapenya. Karena mas Kukuh duduk di sebelah Mas Latief dan Mas Ansyor duduk deket tembok yang jauh dari Mas Kukuh, Mas Kukuh ngarahin senternya ke Mas Ansyor dan membentuk bayangan Mas Ansyor di tembok. Tiba-tiba ada bayangan tangan yang berbentuk kayak capitan gitu di tembok dan bayangan itu nyapit bayangan Mas Ansyor. Dan tau kah kamu tangan siapa yang ngusilin Mas Ansyor itu? yap. Itu tangan Mas Latief yang super usil. Haha. Kita semua langsung ketawa dengan keusilan Mas Latief itu. eh, malah Mas Bayu, Mas Farid sama Mas Ikhsan ikut-ikut. Haha. Dasar! Dendam kesumat sama Mas Ansyor apa ya? Wkwk. Kalo mas-mas bertiga itu usilnya beda lagi. Ada yang pake telunjuk buat bikin efek nusuk-nusuk kepala dan ngelus-ngelus Mas Ansyor, ada juga yang pake 4 jari buat bikin efek ngelus-ngelus kepala Mas Ansyor. Sumpah ya! Heran aku sama anak-anak Himakom. Haha. Dan rapat pun dilanjutkan dengan situasi gelap gulita. Huaaah. Lagi-lagi aku bacain SK RAH –dengan sedikit nada males tentunya. Haha. And then, rapat seleseee!! Alhamdulillah. hari itu ditutup dengan berkeliling kawasan Jebres dan membagikan sisa makan malam kami. hump. Nice day.

Buat hari selasa (02-10-2010), rabu (03-10-2010) dan kamis (04-10-2010), aku nggak bisa cerita banyak. Soalnya, nggak ada yang menarik buat aku. haha. #gaya banget!

Hari Jum’at (05-10-2010), pagi aku ada kuliah komposisi. Abis itu sebenernya ada kuliah Pengantar Ilmu Politik. Tapi karena dosennya juga udah nggak betah dicuekin anak-anak, akhirnya Pak Bagyo memutuskan untuk mengakhiri kuliahnya. Haha. Karena bingung mau ngapain, akhirnya aku, Devi dan Dita pergi ke Kantin Puskom. Di sana, kita internetan. Haha. Secara Pusat Komputer-nya UNS gitu. So, we can use hotspot freely. Jam 11-an, aku pulang. Aku mau persiapan buat Diklat Outdoor Kentingan di Tawangmangu. setelah nata rapi semua baju-baju yang mau aku bawa buat nginep 3 hari 2 malem di TW, aku berangkat dianter mama ke Kampus. Sumpah. Perasaanku nggak enak banget waktu berangkat itu. tapi untungnya, itu Cuma bentar. So, aku nggak bisa cerita banyak-banyak soal diklat Outdoor nih. Ada porsinya sendiri. haha.

Itulah akhir dari 2 mingguku yang super sibuk. Haha. #gaya banget! And I wish that it can help me forgetting someone. Amiin. :-)

See you in the next posts. Keep smiling, dear. I love you.
Wassalamu’alaikum.

Jumat, 22 Oktober 2010

(Again) How Busy I Am . . . -______-"

Assalamu’alaikum. Sugeng enjing, sugeng siang, sugeng sonten lan sugeng dalu . . .
#cielee . . pake bahasa Jawa. Wkwk. Aneh deh lu pake bahasa Jawa. Padahal asli Jawa lho. Hufh.

Hai semua teman-temanku tersayang. Hump. Aku mau posting apa ya? Enaknya apa ya? Kasih saran dooonk. Wkwk . . #stres kumat.

Mungkin dimulai dari tugas-tugas yang mulai semakin menumpuk. Duh. Gile . . . ada banyak banget tugas deh. Dari tugas Pengantar Ilmu Komunikasi yang bikin paper tentang materi pembelajaran selama ini, dengan empat referensi buku Ilkom yang udah langka, bukunya pake bahasa Inggris semua lagi. Mampus aku. aku kan paling nggak bisa bahasa Inggris. And you know what, ini semua dikerjain Cuma dalam waktu tiga minggu. What??! Sabar nisa.

Terus ada lagi tugas Komposisi yang harus ngetik ulang teks yang di download dari blognya Pak Has, terus dilengkapi penggunaan pungtuasi-nya. Hiyek. Mana tiap orang beda lagi. Hufh. Dan dikumpulin minggu depan. woooww… kayake minggu ini bakal so sweet banget. #ngomong so sweet-nya dengan nada yang nggak enak.

Ada lagi tugas Sosiologi. Bikin paper dengan materi yang kita semua belum tau. Dan materi baru dikasih kamis minggu depan. Dan harus dikumpulin keesokan harinya maksismal jam12. Selain itu, kita juga dituntut HARUS punya minimal dua buku Sosiologi. Bukunya nggak boleh pinjem sama anak-anak Sosiologi. Waaah. Kayaknya semakin so sweet.

Sebenarnya aku nggak masalah sama tugas-tugas itu. yang jadi masalah adalah, mulai tanggal 25 sampe 28 oktober 2010 ada FISIP CUP di kampus dan aku jadi panitianya, ditambah lagi dari tanggal 28-30 oktober 2010 aku ada DIKLAT JURNALISTIK DASAR dari LPM Kentingan. dan kalo aku nggak ikut, aku nggak jadi diterima sebagai anggota LPM. huaaah!! nggak mau!!terus dilanjutin juga dengan Diklat Outdoor di Tawangmangu tanggal 5-7 November 2010. dan isinya adalah SIMULASI Jurnalistik. semuanya simulasi. gilaaa...

Tapi nggak apa-apa lah. yang penting tetep semangat aja ya. nggak boleh nyerah dah. haha. semangat ya, nisa.

hump. beneran kan? ini jadi postingan yang agak nggak jelas? hufh.

Sampe ketemu di postingan berikutnya yaaa!!! Keep our spirit, guys and gals.
Wassalamu'alaikum

Rabu, 20 Oktober 2010

How Busy I Am . . . :(

#sumpah, judule sombong bener....

Assalamu’alaikum

Hi My Dearest Readers . . Good Morning, Good Afternoon, Good Evening and Good Night. I wish that you always in the best condition. Semangat, kawan!!

Aku nulis postingan ini atas saran teman saya, Dhany Dimas, anak Komunikasi UNS 2010 kelas B. kalo nggak salah NIM-nya D0210028. Hehe. #perhatian bener ya? -____-a soalnya absen dia tepat di bawah absen Devi Arlina –sahabat saya tuh- jadi inget deh kalo NIM-nya Dhany itu. Dhan, jangan GR deh ya. Wkwk.

Oke. Let see. You know what? I felt very busy. Dari seleksi LPM Kentingan tiap dua hari sekali. Secara MARKA (Masa Rekrutmen) ini dibagi jadi empat sesi, sesuai sama jumlah bidang di LPM. Terus dilanjutkan dengan screening-nya. Hehe. kalo screening-nya udah aku ceritain di postingan sebelumnya yang ada mas galaknya itu lho. Selain itu, di tiap MARKA pasti ada tugas yang cukup berat dari kakak-kakak panitia. But, keep your spirit dear. You can do it.

And then, apapun yang diniati dengan baik, hasilnya pun akan baik juga tah? Aku diterima seleksi awal, kawan!!! Alhamdulillah banget deh. Tapi nggak boleh seneng dulu dong, sayang. Masih ada seleksi komitmen yang berwujud Diklat Jurnalistik Dasar yang dibagi di dua sesi. Sesi Indoor dari tanggal 28 – 30 Oktober. Kalo sesi Outdoor dari tanggal 5-7 November di Tawangmangu. Kalo kata Mas Hanif, waktu Outdoor, kita disuruh bikin simulasi bulletin gitu deh. Hehe.

Dan sasaran saya di LPM adalah di bidang Redaksi khususnya buat Redaksi Foto. Haha. You know why? Of course, I love photography very much. And also, because of . . . . . . wkwk. You know?

Selain LPM Kentingan, aku juga mulai disibukkan dengan acara FISIP UNS Blogfest 2010. Ini acara yang buat narik minat mahasiswa biar pada bikin blog di blog fisip dan bergabung sebagai blogger FISIP UNS. Istilahnya, gabung di komunitas Blog Fisip gitu deh. Dijamin, acaranya seru. Serius deh. Saya nggak bohong. Ngeblog di wordpress itu seru. Hehe. ini alamat blog baru saya #pengkhianat !

Blogfest ini berlangsung selama satu bulan dari pertengahan Oktober sampe pertengahan November. Di minggu ketiga acara ini ada sebuah pelatihan khusus buat para blogger pemula yang mau belajar pengoperasian blog. Dan ini nih, di minggu terakhir dan sebagai acara puncak, bakalan ada Talkshow soal blogging yang bakal nampilin Wayang Kampung Sebelah –Wayang kontemporer yang dari kardus, karakternya sesuai keadaan social saat ini- , dengan pembicara Pak Tanto –Kepala Puskom UNS- dan mahasiswi FT UNS yang sukses terbang ke Aussie karena blog. Hehe. wooooow… keren. Mbaknya itu bisa sukses pake blog. #muka pengen

Di talkshow ini, bakal ada hadiah buat blogger yang paling kreatif sama blogger yang blognya nggak diapa-apain. Hehe. stress ya. Blogfest ini prakarsanya Pak Ramdhon - Dosen Sosiologi FISIP, Mas Didit dan Mas Hadi – operator blog FISIP. Panitianya itu ada Nisa – ini saya wakil dari Komunikasi 2010, Ori – wakil dari SOsiologi 2010, Ali – wakil dari Administrasi Negara 2010, Mbak Farida - Himakom, Mas Fahmi – Himagara, Mbak Adien – Himasos, Mas Wahyu dan Mbak Ari dari LPM Visi.

O iya, aku mau cerita, waktu roadshow – semacem sosialisasi – Blogfest 2010 di kelas Komunikasi A-B 2010 yang digabung, sempet terjadi sedikit keributan gara-gara anak-anak pada pengen pulang. Padahal masih ada sosialisasi. Hiks. Aku harus ngatur orang segitu banyak. Sedih. Tapi untung dibantu sama Pak Ramdhon. Alhamdulillah. dan akhirnya sosialisasi berlangsung lancer. Alhamdulillah.

Panitia blogfest rapat tiap hari rabu jam 13.30 di ruang dosen Sosiologi –ruangannya Bu Rahesli nih.

Lanjut ke kesibukanku berikutnya, aku juga ada Magang BEM yang bertajuk MAGNET 2010. Jadi tiap minggu akan ada kunjungan ke setiap Departemen di BEM. Kunjungan ini berkisar di hari selasa, rabu dan kamis. Selain itu, ada juga kumpul anak2 magang di hari jumat. Ini yang ngadain juga kakak-kakak BEM. Asyik sih. waktu kunjungan dijelain tugas, proker dan kegiatan di setiap Departemen. Kalo kata Mas Egar, BEM itu miniaturnya pemerintah. Hehe.

Kesibukanku yang lain apa ya? Kayaknya masih itu aja deh. Paling sama ngerjain tugas-tugas yang numpuk nggak jelas. Hehe. but, keep your spirit, dear. Don’t give up.

Hump. Mungkin cukup segini dulu aje kalo ye. Do the best for anything, guys and gals. You can do it. Just believe it.

See you next post. Love you. xoxo
Wassalamu’alaikum.

Senin, 11 Oktober 2010

Promise, Janji atau Insyaallah ? -____-a

Assalamu’alaikum. Good morning, afternoon, evening and night everyone… hope you have a nice day. And always keep your smile everyday.

There is no words can I say now. Hehe. lebay ni. Aku bingung ini termasuk posting yang kayak gimana. Hump. Pengen posting seneng sebenarnya. Tapi di postingan selanjutnya aja deh. Hehe. sekarang aku pengen cerita aja.

Sahabat, pernah nggak sih kamu janji sama orang lain? Pernah nggak janji itu nggak kamu tepati? Hump. Tau nggak sih, janji itu sama halnya sama utang. Jadi, janji harus ditepati. Jujur aja, aku pernah kok, nggak nepatin janji.

Sering denger kata ‘Insya Allah’ kan? Tau nggak sih, 99% insya allah adalah sebuah janji yang PASTI akan kita tepati dan 1% itu tergantung sama Allah. Ini kehendak-Nya. Kalo kita nggak dikehendaki buat menepati, pasti ada sesuatu hal yang buat kita nggak bisa nepati janji itu. tapi apa bener semua orang Islam menggunakannya sebagai bentuk sebuah janji? Atau Cuma sekedar alat untuk sekedar basa-basi buat nolak permintaan? I don’t know.

Sekarang aku nggak mau seenaknya sendiri bilang insyaallah kalo aku emang nggak bisa. aku nggak mau nyakitin orang yang udah aku janjiin. Karena, kalo kita nggak bisa memenuhi janji atas nama insyaallah, itu akan membuat orang tersebut kecewa. Dan ngecewain seseorang adalah hal yang selalu aku hindarin. Walaupun itu susah banget.

Aku ngerasain banget gimana rasanya dikecewain karena janji atas nama insyaallah yang nggak ditepati. Aku masih inget dengan jelas, seseorang pernah menjanjikan aku banyak hal. Yaitu :

1.Bakal BELIIN AKU DSLR Canon EOS 500D.

2.Bakal BUATIN AKU SEBUAH FLORIST di masa depan nanti.

3.Bakal BUATIN AKU SEBUAH TAMAN yang full rumput hijau di atap rumah dengan konsep ROOF GARDEN biar bisa liat bintang tiap malem.

4.Janji kalo DIA BAKAL SELALU ADA BUAT AKU, DIA BAKAL NEMENIN AKU BUAT MERAIH SEMUA IMPIAN AKU.

5.Janji kalo NGGAK AKAN ADA YANG BAKAL GANTIIN AKU DI HATINYA.

6.Janji kalo DIA NGGAK AKAN NINGGALIN AKU.

7.BELIIN AKU CINCIN sebelum dia pergi ke kota dia belajar.

8.Janji NGGAK AKAN BUAT AKU NANGIS LAGI karena dia.

Sialan. Mana ada mahasiswa semester 1 yang bisa beliin temennya kamera seharga 5,7 juta kecuali dia anak orang kaya? Sial. Kenapa aku bisa percaya ya? Kenapa aku bisa percaya sama semua omongannya yang bagiku sangat meyakinkan itu? kenapa? Aku bodoh banget ya? Buat aku semua INSYAALLAH ADALAH JANJI. Janji itu harus ditepati, kawan. Kalo kamu nggak yakin bisa nepati, jangan sekali-kali janji sama orang lain. Itu akan sangat menyakitkan. Apa lagi kalo itu menyangkut masa depan. ibaratnya, jangan ngomongin yang namanya pernikahan dan semua konsepnya sebelum kamu yakin kalo hanya ada kamu di hatinya dan dia serius sama kamu. karena itu akan sangat sangat menyakitkan.

It’s hurt me enough. You know who I mean, right? Aku nggak bermaksud mau inget-inget dia lagi. Aku sengaja posting ini buat nyindir dia. Buat kasih tau dia, kalo janji-janji palsunya itu yang buat aku hancur. Buat aku sempet kehilangan semangat hidupku. Tapi untung Mbak Adinda Iffah mengingatkan aku kalo hidupku nggak akan berhenti saat dia ninggalin aku. Special thanks to you, my dear sister. You make me understanding about my life and my step to reach the future. I know, somewhere out there, God has prepare a better man. A man, not a boy. Special thanks to my dearest sisters, best friends, Dita Vinocaesa and Devi Arlina Irawati. They are make me understand that I am not alone. They are always made me smile and laugh with their joke. I love you, gals.

Hump. Aku sekali lagi mau ingetin teman-teman. Jangan sepelekan kata insyaallah ya. Kalo kita nggak bisa nepatin, efeknya bakal buruk buat kamu sendiri. belum lagi balasan dari atas. Kamu mau, gagal masuk surga gara-gara sebuah kata insyaaallah yang nggak kamu tepati dan buat orang lain sedih? Nggak mau kan? So, don’t say it when you can’t do it.

See u in next post. Aku janji, postingan selanjutnya bakal seneng-seneng kok. Always keep your spirit and your smile, don’t give up, do the best as you can. Believe that God always with you. Every step you walk, everyday, and everywhere. Believe it. Please.

Wassalamu’alaikum.

Kamis, 30 September 2010

In My Reality Life part. II

Dan akhirnya aku nggak ketemu sama dia. Alhamdulillah. aku masih punya waktu untuk nyiapin mental sebelum ketemu dia. Aku nggak mau keliatan lemah di depan dia. Aku nggak bisa. Sampe akhirnya, besok paginya aku ketemu dia. Dia nyalamin aku. aku Cuma bisa nunduk. Gak tau kenapa, aku ngerasain sakit yang kemarin-kemarin berhasil aku singkirin. Semuanya balik lagi. Sakit banget. Aku nggak bisa ketemu dia lagi. Tapi aku udah nggak bisa apa-apa lagi. Aku harus tetep pergi ke Jogja buat menghormati undangan Mbak Banar. Aku ngak bisa berkutik. Aku Cuma bisa diem, nggak peduliin dia, dan nggak menganggap dia ada di sekitarku. Dan Cuma ngobrol sama Yuda. Tuhaaan, rasanya sangat menyakitkan. Beri aku kekuatan.

Begitu sampai di Jogja, lebih tepatnya waktu aku ganti baju di sebuah masjid, mau nggak mau aku ngomong sama dia. Waktu itu, dia nawarin buat beli minum. Karena aku lagi haus banget, mau nggak mau aku nanggepin dia. Hufh. God, safe me please. I need Your help.

Sampe di gedung resepsinya Mbak Banar sama Mas Alid, akhirnya aku bisa ketemu sama Ania. Aku kangen banget sama anak satu itu. karena ngeliat kondisi SBY3A jadi nggak enak, Alnia sengaja nyindir dengan keras, “SBY3A udah nggak nyaman kayak dulu lagi ya? Hufh.” Hump. Aku nggak tau, sindiran Alnia ini mbuat Bima ngerasa tersindir apa nggak.

Acara pernikahan Mbak Banar berlangsung meriah. Konsepnya bagus, sama persis kayak konsep wedding yang aku mau buat weddingku. Hiks. Dulu waktu pernikahan Mbak Nita, aku sama dia sempet ngomongin soal konsep wedding. Tuhaan, jangan biarkan aku mengingatnya lagi. Ini semua sangat sangat menyakitkan.

Menjelang akhir acara, Alnia sama Yuda sengaja ngajakin foto. Karena aku lupa bawa kamera, akhirnya foto pake hape Bima. Sumpah ya. Aku biasanya gila foto. Tapi kali ini aku bener-bener nggak mau foto. Padahal Alnia cantik banget hari itu. sebenarnya eman-eman banget kalo aku nggak punya kenangan sama sahabatku itu. aku bener-bener nggak mau foto. Aku nggak mau ada satu pun foto aku di hape dia. Aku nggak rela ada fotoku di sana. Aku nggak bisa terima ini semua. Sampe akhirnya, Alnia paksa aku buat foto sama Yuda. Mau nggak mau harus mau. Hufh. Cuma satu. Nggak lebih. Nggak boleh lebih. Aku Cuma mau foto pake kamera DSLR-nya Mas Juang.

Sampai akhirnya, Bima minta waktu buat ngomong sama aku Cuma berdua. Astagfirullah. Subhanallah. Ini nggak boleh. Aku bisa nangis. Nggak ! tapi aku udah nggak bisa apa-apa. Akhirnya, aku mau ngomong sama dia.

He said he was always negative thinking about me. Jadi, selama ini aku nggak pernah dianggap baik buat dia? Aku selalu ngalah buat dia. Aku berusaha nggak egois buat dia. Aku nggak tau aku salah apa. Kenapa? Apa sebegitu nggak berartinya aku buat dia? Apa sebegitu nggak bernilainya aku buat dia? Aku Cuma bisa nangis di tengah keramaian orang. Aku Cuma bisa nangis dalam diamku. Aku menyadari sesuatu, DIA NGGAK PERNAH MENGHARGAI AKU. wow, semua yang kamu lakuin selama ini sia-sia, nisa. Bodoh! Tuhaaan, beri aku kekuatan untuk bertahan dengan semua sakit ini. aku udah nggak tau lagi harus berbuat apa. Kau tau, kawan? Ini semua bisa terjadi karena apa? Karena ada pembanding yang membuat aku selalu buruk di mata dia. Ya, pasti si Rita, Bunga yang dia sebut di suratnya. Hey, boy. No body perfect, right?

Dia juga bilang, dia bakal menutup hatinya buat cewek selama lima tahun ke depan. alasan klise. Takut. Halah, Bullshit! Aku udah nggak peduli sama apa yang dia bilang lagi. Yang aku tau pasti, aku membenci dia. Ini bukan perasaan yang emosional. Tapi, ini adalah apa yang aku rasakan di alam sadar dan bawah sadarku. Aku benar-benar membenci dia.

Waktu pulang, dia sama Yuda ambil motor dan aku sama Alnia nunggu di Lobby gedung. Di sana, aku bener-bener histeris. Aku nggak bisa nahan sakit ini lagi. Aku perlu nangis. Semenjak kejadian karena surat itu, baru kali ini aku bisa bener-bener nangis di depan orang lain. Tuhaan, ijinkan aku menangis di depan orang lain kali ini. aku tau, aku harus kuat. Tapi untuk menjadi kuat, aku harus melepaskan bebanku. Aku bener-bener nangis. Alnia sampe bingung nutupin aku biar keluarganya nggak bingung kenapa aku nangis. Maafin aku, Al sayang. But, I must to do it now. Dalam hatiku, aku berharap dia tau aku nangis. Biar dia liat, gimana akibat dari perbuatannya.

And I know that it’s time to stop loving him and to start my life without him. Maybe, he isn’t the best for me and my life. I believe that God knows what we need. And God always gives what we need, not what we want. God always gives us the best. And believe that God always preparing the way for our life.mungkin bukan dia yang aku butuhkan. Buat aku, udah nggak ada gunanya lagi berharap dia kembali ke aku. udah nggak ada gunanya lagi aku bertahan. Ada pepatah yang bilang, the show must go on. My life will never end when he leave me, right?

Hump. Apa lagi ya? Sekarang waktunya aku buang jauh semua kenangan buruk dan kenangan manis yang menyakitkan itu. nggak akan ada lagi, Nisa-Bima atau Bima-Nisa lagi dalam hati dan hidupku. Selamanya.

Walaupun aku tau, aku harus memaafkan dia. Tapi entah kapan. Mungkin waktu dia bener-bener minta kembali sama aku. haha. Just kidding. Nggak akan semudah itu. :p

see you...

Rabu, 22 September 2010

In My Reality Life

Hai semua !! Happy Idul Fitri Day !! Minal aidzin wal faidzin ya.

Assalamu’alaikum semuanyaa…

Kangen nih nggak buka blog hampir 2 minggu. Hufh. Banyak kejadian yang unpredictable. Mungkin postingan kali ini juga akan sedih lagi. Aku pernah cerita kan kalo aku udah bisa maafin dia? Walaupun susah, aku terus
mencoba. Saat itu aku benar-benar hampir bisa maafin dia. Tapi sore itu –aku lupa tepatnya hari apa, Alnia telpon aku. she’s tells me about her day and Yuda.

Inti dari obrolan kami sore itu adalah ketika seorang cewek marah sama pacarnya, dia selalu mengharapkan si cowok mau dateng ke rumahnya untuk menjelaskan duduk permasalahannya dan meminta maaf. Dan ketika si cowok itu nggak dateng, hal itu bukan karena si cowok nggak ngertiin si cewek, tapi karena nggak mau. See. Itu yang bikin aku bener-bener down. Jadi, selama ini aku nunggu dia ngomong langsung dan menjelaskan langsung semua masalah kami akhir-akhir ini, bukan karena nggak ngerti gimana perasaanku. Tapi karena dia nggak mau menjelaskan semuanya sama aku.

Satu lagi, Alnia bilang, dia nggak sepenuhnya salah. Karena mungkin dengan Rita, dia merasa jauh lebih nyaman. Dan aku nggak bisa memaksakan itu. seketika aku menyadari kalo selama ini dia emang nggak pernah merasa nyaman sama aku. yang aku sesalkan Cuma satu, kenapa dia nggak pernah ngomong itu semua sama aku? kenapa dia nggak pernah jujur sama aku? jadi selama ini aku ditipu sama dia? Aku bener-bener kecewa. Aku mencoba sabar. Dan akhirnya sakit itu semakin basah. Luka itu semakin melebar dan basah. Pernah kah kamu membayangkan gimana perasaanku, kawan? Cukup satu kata, SAKIT. Saat itu juga, perlahan tapi pasti, rasa sayang yang memenuhi hatiku langsung memudar dan tergantikan dengan rasa benci yang begitu besar.

Saat itu, aku baru aja selesai sholat, masih pake mukena. Secara reflek, aku langsung nangis dan menumpahkan semuanya sama Allah. Awalnya, sebelum Alnia telepon, aku berdoa jika memang dia adalah jodohku, kembalikan dia padaku, namun jika bukan dia jodohku, jauhkan dia sejauh-jauhnya dari aku. Tapi setelah aku tau semua kenyataan ini, aku berdoa, “Ya Allah, jauhkan dia sejauh-jauhnya dari hidupku. Aku sudah lelah dengan semua ini. aku sudah berusaha memberikan yang terbaik untuknya, namun inikah balasan yang pantas untukku? Berikan balasan yang pantasnya, Tuhan. Aku tak akan menyesal telah mencintainya dengan tulus. aku tidak ingin dia ada dalam benakku lagi. Hapuskan dia dari pikiran dan hatiku. Bantu aku menyembuhkan semua rasa sakit ini. jauhkan dia sejauh-jauhnya dari hidupku.”

Setelah hari itu, hatiku benar-benar berusaha menutup semua akses untuknya. Aku benar-benar akan menutup hati dan menghapus dia dari pikiranku. Nggak ada telepon, nggak ada wall di f b. hatiku telah dipenuhi dengan kebencian. Pernahkah kamu membayangkan gimana rasanya, kawan? Bagiku, dia mati. Mana ada manusia yang tega menyakiti orang yang katanya pernah dia sayang, kalo bukan karena hatinya telah mati? Dia udah mati.

Dan aku berhasil menjalani hidupku kembali dengan normal. Ya, nyaris normal. Nggak ada nangis lagi. Nggak ada lagi namanya di inbox handphoneku. Dan ini terjadi sampe hari raya. Di hari itu, dia sms aku buat ngucapin selamat lebaran dan minta maaf. Aku masih inget jelas kalimatnya. “setiap manusia pasti punya kesalahan. Hanya bedanya seberapa besar kesalahan yang dia lakuin. Setiap manusia juga membutuhkan kesempatan untuk membuktikan bahwa dia juga bisa berubah dan menjadi pribadi baik yang tidak mengulangi kesalahannya. setiap manusia punya rasa sakit bila disakiti. Hanya bedanya lama atau cepat dia memaafkan segalanya. Sulit memang tuk memaafkan. Tapi bila kita yakin dengan rasa maaf kita, percayalah sesuatu yang baik akan terjadi.”

Wow. Dia bilang apa? Membutuhkan kesempatan? Lucu banget deh. Inget kan, gimana aku kasih kesempatan dia? Aku udah pernah kasih dia kesempatan untuk berubah dan nggak ngulangin kesalahannya untuk kedua kali. Tapi liat gimana sekarang. He does it in twice. Dia (lagi-lagi) ninggalin aku dengan luka yang sangat menyakitkan. Cukup! Nggak akan ada lagi kesempatan yang berikutnya. Kali ini dia udah keterlaluan. Sangat keterlaluan.

Dan pada akhirnya aku nggak bales smsnya. Dan aku telah berkomitmen buat nggak sms apapun lagi sama dia kalo nggak bener-bener mendesak. Bukan berarti aku nggak maafin dia, kawan. Tapi lebih baik begini, daripada aku memaafkan dia saat ini tapi aku akan terus membencinya. Aku belum ikhlas.

Dan kemudian aku terus melalui hariku dengan tenang. Sampe suatu siang, tanggal 16 september, dia sms aku. dia bilang dia mau silaturahmi sama orang tuaku. Hah? Yang bener aja?? Tiba-tiba aku terdiam. Deg. Nangis lagi. Astagfirullah. Ini semua nggak bener. Aku nggak bisa ketemu dia, aku nggak mau. Tapi kan dia mau ketemu ortuku? Kenapa aku yang heboh. Aku nangis sedih lagi. Tuhaaan, kapan aku bisa bebas dari ini semua? Dia mau ngelakuin sesuatu yang dulu adalah hal yang membahagiakanku, tapi buat aku sekarang, ini semua bener-bener nyakitin. Aku tau, mama sama papa udah anggep dia sebagai anak sendiri. kali ini, aku nggak bisa egois. Akhirnya aku bilang ke dia, mama bisa. Tuhaaan. Selamatkan aku. untung, hari kedatangan dia bertepatan dengan hari aku bakal cari kado buat mbak Banar yang mau nikah. Alhamdulillah. thanks, God.

(to be continued)
*ketauan deh kalo belom selesai... :p

Sabtu, 04 September 2010

Je déteste

Je déteste la façon dont vous me faire tomber en amour. Je déteste la façon dont vous me rendre heureux. Je déteste la façon dont vous regarde. Je déteste la façon dont vous me faites mal. Je déteste savoir le fait que je t'aime encore


*kalo ada temen yang ngerti artinya, maaf ya masi berantakan. maklum pake translater. saya berjanji akan belajar bahasa Prancis yang beneran kok.. hehe...

Broken Vow Lyrics :(

Tell me her name
I want to know
The way she looks
And where you go
I need to see her face
I need to understand
Why you and I came to an end

Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years
Who lays with you at night
While I'm here all alone
Remembering when I was your own

I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

Tell me the words I never said
Show me the tears you never shed
Give me the touch
That one you promised to be mine
Or has it vanished for all time

I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There's more to love than only bitterness and lies
I close my eyes

I'd give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end

Repost : Doaku untuk masa depanku ^^

Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengannya.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang telah kami nikmati bersama.Terimakasih untuk setiap pertemuan yang telah kami lalui bersama.Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu. Aku datang bersujud dihadapan-Mu, Sucikan hatiku yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidupku.

Yaa Allah, jika aku bukan tulang rusuknya, janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya. Janganlah biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya. Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan usirlah dia dari relung hatiku. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni. Tolonglah aku agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan aku untuknya, yaa Allah, tolong satukan hati kami. Bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya.Berikan aku kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku sebagaimana aku telah Kau ciptakan.Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh-sungguh mencintai dan rela berbagi suka dan duka kami.

Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa ku ini. Lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.

Allah Yang Maha Kekal, aku tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buatku. Luka dan keraguan yang ku alami pasti ada hikmahnya.Pergumulan ini mengajarkanku untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbingku menuju terang-Mu. Ajarkanlah aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang jadi dalam setiap bagian hidupku, yaa Allah.

Amin.

Kamis, 02 September 2010

A New Day Has Come :)

Hallo semuaaa !!

Assalamu’alaikum. Selamat Pagi ! Selamat Siang ! Selamat Sore ! Selamat Malam ! pokoknya semua macam salam aja deh.

Mau nulis apa yah? Saking senengnya sampe bingung ug. Hump. Oke. Saya mau jujur kalo saya udah nggak kenapa-napa.
*Lho? Emange kowe ngopo, nis?

Semua berawal dari perjalanan tiga gadis (ceileeh…) ke perpustakaan FISIP dan sampe akhirnya hotspotan di sana sambil ngadem. Sumpah ini beneran adem. Secara gedung baru, AC masih gres. (*ketoke ra nyambung) Aku, Dita sama Dindut pergi ke perpus siang itu (31 Agustus 2010) buat ngadem, hotspotan sama ngilangin bête gara-gara (lagi-lagi) si dosen pengajar mata kuliah pengantar ilmu komunikasi nggak dateng. Di sanalah aku dapet pencerahan besar-besaran. Ini gara-gara aku terlalu serius baca blogku sendiri. biasa, mendalami gitu. Wkwk. Gara-gara itu, Dinda ngira aku masih sedih dan mau nangis Bombay lagi. Hufh. Anak itu. akhirnya aku ditarik duduk di sebelahnya. Dan inilah intinya.

She said, “Nisa, kamu kenapa tah? Gara-gara lelaki itu lagi? Udah lah. Kalo aku bilang, lupain aja. Dari pada kamu ngetem ga jelas gini. Bentar deh, Nis. Aku liat mindset kamu tu gini, ‘aku tuh nggak pantes sama cowok lain selain dia. Aku tuh pantesnya sama cowok yang tipe-tipenya kayak dia’. Bener, Nis? Aku juga liat, kamu tuh tipe cewek yang kalo sakit hati itu menahun. Kalopun nantinya kamu dapet cowok lagi, badan kamu emang sama dia, tapi jiwa kamu nggak di sana. Kamu nggak bosen ya, Nis, ada di tahapan medium kayak gini? Kamu bisa kok jadi yang terbaik. Asal kamu bisa rubah mindset kamu itu. aku yakin kok, kalo kamu itu bisa dapetin cowok yang jauh lebih baik dari dia. Kamu itu cantik, Nis. Tapi aura itu ilang gara-gara mindset kamu yang minderan itu. di luar sana, banyak kok cewek-cewek yang nggak cantik, tapi dia pede, dan dia akhirnya bisa punya pacar. Percaya deh, Nis. Kalo kamu bisa mikir gini, ‘Saya bisa kok dapetin yang jauh lebih baik, saya bisa kok jadi yang terbaik. Saya mampu untuk itu semua’, aku yakin kok, kalo kamu bakal jadi yang terbaik. Jangan minder lagi. Jangan setengah-setengah. Sekarang pikirin deh, apa impact-nya buat kamu kalo kamu sama bertahan sama sakit hati kamu, apa impact-nya buat kamu kalo kamu sama dia. Lawan paling berat buat kita bukan musuh kita kok. Tapi perasaan kita sendiri. serahin semua sama Allah, Nis. Mintalah kebaikan-kebaikan itu dateng ke kamu, apapun itu. jadi cewek jangan sombong. Kadang kita sebagai cewek kalo dideketin sama cowok yang nggak sesuai sama kita, kita bakal mikir, ‘ah. Apaan sih ni cowok. Ga level’. Jangan berpikir gitu. Liat aja nanti gimana akhirnya, paling ujung-ujungnya sama cowok yang udah kita tolak itu. Allah itu bukan ngasih yang kita mau, tapi ngasih yang kita butuhkan. Aku punya satu kata-kata yang bagus banget, ‘cinta itu kerja hati, tapi mantapkan dengan otak’. Yang baik buat kita belum tentu baik di mata Allah, Nis. Sekarang jalanin hidup dengan santai ajalah. Biar Allah yang jalanin kita kemana. Inget, Nis. Kamu itu cantik. Kamu baik. Kamu pantes kok dapet seseorang yang lebih baik dari dia. Atau mungkin gini, kalo pun orangnya dia, mungkin saat dia udah bener-bener berubah. Tapi itu semua rahasia Allah kan? Sekarang berusaha lakuin yang terbaik ajalah. Allah udah ngerancang hidup kita kok. Aku juga liat kamu itu mikir kalo kamu kadang ngerasa kurang nyaman kalo berteman sama orang lain. Bener nggak kamu mikir gini, ‘ah. Apa dia mau temenan sama aku ya?’ ? bener nggak, Nis? Jangan mikir gitu lagi ya, Nis. Berusahalah member yang terbaik buat orang lain, dengan begitu dia akan member yang terbaik juga. Pokoknya sekarang serahin semua sama Allah. Kalo kita mendatangi-Nya dengan berjalan, maka Allah akan menghampiri kita dengan berlari, gimana kalo kita dating pada-Nya dengan berlari? Minta sama Allah yang terbaik buat hidup kamu sama hidupnya aja. Toh kalo emang jatahmu sama dia, juga nggak bakal kemana-mana to? Yang terpenting, ubah mindset-mu itu. pikiran kamu itu member distribusi besar buat apa yang kamu raih. Kalo kamu mikir, ‘alah. Paling ntar aku dapetnya cowok yang kayak dia lagi. Aku kan nggak pantes buat cowok yang lebih baik dari dia’, yah itulah yang akan datang ke kamu. kalo kamu mikir, ’aku bisa dapet yang jauh lebih baik, aku bisa jadi yang terbaik’, itu juga yang akan dateng ke kamu. udah lah. Lupain aja. Percaya deh, Allah udah nyiapin seseorang yang pantes buat kamu. sekarang kamu nangis-nangis, liat aja dua minggu lagi kamu bakal tersenyum manis melihat semua kejadian ini.”

Kira-kira itu yang Dinda bilang sama aku (*maaf Dinda kalo ada yang kelewat). Abis itu, nggak tau apa itu, aku ngerasa semuanya keangkat dengan begitu mudah. Semua beban itu terangkat dengan sangat indah. Dadaku yang sesak terasa begitu longgar. Rasa sakit itu juga nggak tau kemana. Barusan aku sms-an sama dia. Dan sama sekali nggak ada rasa sakit dan benci. Rasanya aku udah ikhlas maafin dia. Bener-bener ikhlas. Alhamdulillah.

Rasanya bebas itu menyenangkan. Aku bisa tertawa lagi. Aku bisa bercanda lagi. Yang terpenting, aku bisa senyum ikhlas lagi. Aku sekarang mikirnya, aku udah pasrah sama apapun yang terjadi di depan nanti. Kalo pun Allah mengambil semua rasa sayang dan cintaku sama dia, aku ikhlas. Aku yakin, itu yang terbaik buat aku. tapi kalo Allah tetep mempertahankannya, aku juga seneng-seneng aja kok. Mungkin emang dia yang terbaik. Sekarang konsentrasiku bukan ke urusan cinta. Tapi ke akademik sama pengembangan diri. Itu bekal buat masa depanku. Tapi kalo ada yang ‘bening-bening’ plus IP-nya di atas 3,5 deketin aku, kenapa nggak? Aku kan Cuma seorang manusia. Manusia nggak bisa hidup sendiri kan? Haha. Itu semua udah urusan Allah. Aku pasrah. Hehe.

Waktu di kasih pencerahan sama Dinda, hatiku kerasa dingin banget. Nyaman. Bukan gara-gara AC baru yang dingin lho. Tapi emang bener-bener dingin. Kayak ada setetes embun yang dingin mencairkan semua rasa sakit itu. AAAAAAA… aku pengen teriak. AKU BEBAS !! Alhamdulillah. sekarang aku Cuma bisa minta sama Allah buat diberi yang terbaik. It’s make me feel comfort.

Special thanks to Adinda Iffah yang sudah menyadarkan saya dan mengangkat beban saya. Saya rasa, anda lebih pantas kuliah di Psikologi dari pada di Komunikasi. And then, special thanks very much to Allah SWT yang udah kasih aku embun penyejuk. Ya Allah, dekatkan yang baik padaku, apapun itu. aku akan berlari pada-Mu. Sambutlah aku dengan nikmat-Mu.  (*lhoh? Kok malah nyuruh Allah?? -____-“ )

Quotes:
Cinta itu kerja hati, tapi mantapkan dengan pikiran.

Je vois. I’m fine, right? Now my battery’s heart is recharging. I hope this is my door for my bright future. I believe in my heart. I believe in the God’s miracle. Because, God is the best Director. God is the best Architect. God has been design us. Like an architect who design a great building. I believe that I’ll reach the best for my life. I don’t want to spend my life time for my sadness. If you believe in your heart, you’ll get what you want.

See you in my next post. Happy good day everyone! Toujours être amoureux . . . bonne journée! Familiar à plus!

Wassalamu’alaikum.

Selasa, 31 Agustus 2010

Antara Perasaan dan Logika ^^

Hai semua !! selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam. Dan tak lupa selamat tidur.
*lho?? -____-“ Nggak nyambung! Maaf, udah tinggal lima watt.

Hufh. Aku bingung harus mulai semua dari mana. Kalo kemaren aku bisa berhasil nge-post yang seneng-seneng waktu OSMARU, sekarang mungkin aku bakal posting yang sedih-sedih lagi.

Berat emang kehilangan orang yang kita cintai. Aku akuin, ini bener-bener berat. Banyak aktifitasku yang dulu aku lalui sama dia. Tapi sekarang nggak. Dulu aku terbiasa ingetin dia buat ini itu. Tapi sekarang aku udah nggak bisa lakuin itu lagi. Dulu aku selalu ada temen buat ngobrolin apa aja. Tapi sekarang udah nggak ada lagi. Dulu selalu ada yang ngehibur aku waktu aku sedih, waktu aku bingung dan waktu aku bosen. Sekarang udah nggak ada. Sekarang aku ngerasa kesepian. Padahal aku punya banyak teman yang bisa ngobatin semua rasa sakit ini. tapi ketika mereka kembali ke kehidupan mereka masing-masing, aku kembali merasa kesepian. Kadang aku merasa sendiri di tengah keramaian orang-orang yang aku kenal.

Bahkan aku ngerasa asing sama diriku yang sekarang. Ini bukan aku. aku mengakuinya. Ini akan lebih baik daripada aku bilang “Inilah aku yang sebenarnya”. Dena (temen SMA, temen kuliah sefakultas) pernah bilang sama aku, “Kalo ada seseorang yang bilang sama kamu, ‘inilah aku’ sebenernya dia lagi bohong sama kamu, Nis. Seseorang nggak bisa nilai dirinya sendiri, karena yang bisa nilai orang lain. dirinya yang sebenarnya adalah ketika dia menjalankan segala sesuatu secara spontan, tanpa mikir, dan ngalir kayak air. “ hufh. Beraaaat banget rasanya. Tapi aku nggak boleh ngeluh. Makasih Mbak Dena atas nasihatnya.

Sekarang nggak akan ada lagi rutinitas hunting foto di event-event yang ada di Solo, bukan berarti Solo nggak ngadain. Kalaupun ngadain, aku nggak mau dateng. Itu semua yang akan buat aku terus inget sama dia. Karena itulah rutinitas kami. Hunting bareng di tengah keramaian. Hiks. Sedih inget itu semua.

Sekarang nggak akan ada lagi ngobrol-ngobrol di teras waktu hujan. Dan setelah hujan reda nggak akan ada lagi hunting foto di alam terbuka, mencari objek yang masih basah oleh tetes hujan. Semua terlalu menyakitkan untuk diingat. Aku suka hujan. Aku suka titik air yang turun dari langit. Karena mereka adalah berkah. Berkah untuk umat Tuhan. Berkah untuk semua makhluk Allah. Hujan juga yang menciptakan banyak kenangan manis di antara kami. Kenangan manis yang terlalu manis hingga kini tak bisa aku nikmati. Kenangan manis yang telah berubah menjadi kenangan pahit buat aku.

Sekarang nggak ada lagi duduk berdua di kursi pengunjung sebuah toko buku buat baca buku bareng dan ketawa bareng saat nemuin berbagai hal yang lucu. Dan saling melihat pada diri sendiri serta menyesuaikan apakah dirinya sesuai dengan karakter dalam buku itu, ketika kami membaca psikologi remaja. Semua begitu indah. Begitu membahagiakan. Tapi saat mengingatnya, ini semua terasa menyakitkan. Bahkan aku mencoba menghindari ke toko buku itu. hufh.

Sekarang nggak ada lagi senyum kebahagiaan itu. paling nggak buat saat-saat kayak gini. Susah banget buat senyum ikhlas dari hati yang kayak dulu. Tapi aku bertekad buat ngembaliin semua senyum itu.

Aneh. Sumpah. Kayak ada yang hilang dari rutinitasku. Aku kayak kehilangan sama kebiasaan-kebiasaanku dulu. Kalo kata kakak, ini Cuma satu dari sekian banyak ujian buat aku. ini biasa buat orang yang patah hati akut kayak aku gini.
*emang patah hati ada tahapannya juga yah? -___- a

Kadang dalam kesendirianku, aku rindu semua masa itu. masa-masa yang membahagiakan buat masa remajaku. Hari-hari indah yang menggantikan hari-hari sedihku waktu dia pergi dari hidupku buat pertama kalinya dulu. Dan kini semua kembali seperti semula, hari-hari yang gelap. Aku pikir dia benar-benar seperti matahari yang nggak pernah ingkar janji di hatiku. Tapi semua omongannya sama aja kayak laki-laki lain. It’s like a bull. Omong kosong.

Kadang aku berpikir, aku masih nggak ngerti kenapa ada orang yang tega mempermainkan perasaanku sampe aku harus ngerasa sesakit ini. dan orang itu adalah laki-laki yang paling aku sayangi. Laki-laki yang mama dan papa percaya bisa jadi penjagaku saat tugas mereka menjagaku selesai. Laki-laki yang orang tuaku sayangi seperti mereka menyayangi anak mereka sendiri. semua terlalu berat buat aku. selama ini aku berusaha memberi yang terbaik yang aku bisa buat dia. Aku berusaha sebisa mungkin ngertiin dia. Aku berusaha nggak egois sama dia. Tapi ini balesannya buat aku? okelah kalo ini semua akhirnya. Aku harus terima. Aku bisa kok hidup tanpa dia. Toh, Allah masih tetap ada di hatiku dan selalu dampingi aku.

Kemarin aku baca sebuah novel, judulnya “Rindu” karya Sefryna Khairil terbitan Gagas Media. Dari novel itu aku bisa nyimpulin kalo seseorang terlalu takut dengan kenyataan yang akan terjadi, padahal dia belum mencoba sesuatu, bisa disebabkan karena trauma masa lalu. Hufh. Kenapa saat baca novel itu aku ngerasa ngeliat diriku sendiri yah? Coba deh baca novel itu. tentang seorang wanita yang harus kehilangan putra tunggalnya dan dia larut dalam kesedihannya sampai suaminya mengira kalo dia udah nggak peduli sama perasaan suaminya yang juga sedih atas kematian putranya itu. suaminya ngerasa nggak bisa jadi suami dan ayah yang bisa ngelindungin keluarga kecilnya. Suaminya ini terlalu takut untuk mencoba dan mengembalikan semua keadaan jadi seperti dulu. Sampai akhirnya suaminya stress dan bilang udah nggak cinta sama dia. Dan mereka pun hidup sendiri. di masa itulah mereka sadar, mereka saling membutuhkan dan masih saling mencintai. Mereka Cuma salah paham dan belum bisa memahami masing-masing. Mereka sama-sama egois. Dan akhirnya mereka kembali membina rumah tangganya lagi. Hufh. Novel itu bener-bener nguras air mataku. Ceritanya bagus banget. Aku bisa ngerasain gimana rasanya. Dan aku berharap ending ceritaku ini juga sama kayak ending novel itu. amin. Yang nyentuh banget baca ending itu adalah saat Krisna (suaminya) bilang sama Zahra, “Don’t leave me again” dan Zahra jawab, “Tidak akan lagi, jika kamu tidak memintaku pergi.” hiks. So sweet.
*lho? Malah cerito novel kie piye? Ntar aja, aku buatin resensinya.

Sekarang kehidupanku serba baru. Lingkunganku baru. Kampusku baru. Temen-temenku baru, walaupun masih banyak juga temen-temen dari SMA. Dan saatnya cowok baru… kalo ini aku Cuma bercanda. Hihi. Bosen tauk dari tadi sedih-sedih terus! Haha. Walaupun kata Dita, dia mau nyomblangin aku sama Mas D**ta, pengurus Himakom (Himpunan Mahasiswa Komunikasi). Hihi. Masa’ Cuma gara-gara aku bilang senyumnya manis, Dita langsung heboh sendiri. mana kemarin dia bilang sama mas’e itu neg aku nitip salam lagi! Padahal kan aku nggak nitip apa-apa. Hufh. apalagi dia kan deket sama Mas D**ta, soalnya mereka dulu se-SD. Aneh banget Dita itu. Dita kan emang hobi nyomblangin aku sama kakak tingkat. Kemaren-kemaren sama Mas I**s** yang kalo rambutnya dipanjangin jadi kribo terus pake kacamata jadi kayak dr. Boyke yang ahli seksologi itu. Aku, Dita sama Devi nyebutnya Mas Boyke. Tapi diem-diem Mas Boyke ini punya banyak fans lho. Soalnya dia kan SC-nya OSMARU. Kemaren waktu marah-marahin anak-anak paling keras suarane. hehe. Cakep plus gaul lagi! Terus kemarennya lagi sama Mas I**m yang item manis, ramah, dan punya senyum manis yang juga pembimbing kelompokku pas OSMARU. Mas’e tu buaik banget, pinter lagi (secara dia cerita IP-nya 3,5) dan murah senyum lagi. Hehe. Kebetulan saya tidak suka kena sindrom suka sama panitia inti OSMARU, kayak Mas Boyke yang punya banyak fans. Saya lebih suka kena sindrom suka sama pembimbing kelompok kayak Mas I**m aja. Hehe. Just kidding.
*kie kok malah cerita ra mutu ngene tah? Sik-sik. Ketoke mau meh crito sedih. Kok dadi nggosipke mas-mas kuwi yah?? -____-“ ayo kita ceritakan yang lain.

Kembali ke topic. Aku sekarang berusaha menata hatiku lagi. Perlahan tapi pasti aku harus menghapus semua sakit hati ini, dan perlahan aku harus mencoba membuka hati buat laki-laki lain yang lebih baik. Walaupun aku menyerahkan semuanya sama Allah, aku percaya kalo Allah emang takdirin aku sama dia dan ini semua Cuma sebagai ujian buat aku sama dia, kami akan bersatu lagi kok. Aku percaya itu. tapi kalo nggak jodoh, yah aku mau nggak mau harus terima. Toh, di balik ini semua Allah udah nyiapin seseorang yang jauh lebih baik daripada dia, seseorang yang sesuai dan terbaik buat aku. semua ini perlu proses yang nggak sebentar.

Sekarang aku mau focus sama kuliahku. Aku ingin meraih semua impianku. Aku ingin membanggakan kedua orang tuaku dan tidak hanya sebagai beban. Aku bisa jadi mawapres kayak mbak Ulfah, Mas Eko dan Mas Vian (baca postingan OSMARU FISIP UNS 2010). Aku bener-bener harus berjuang buat dapetin beasiswa ke Sorbonne University di Paris, Perancis. Aku mau kayak Pak Tanto, kepala Puskom UNS yang juga dosen matematika di FMIPA UNS dan dosen di Limos University Prancis. Pak Tanto juga mencetuskan ide perbaikan sistem akademik dan komputerisasi dan yang buat UNS bisa duduk di posisi 1520 ranking dunia dan rangking 4 nasional hanya dalam 3 tahun. Sekarang Nisa udah jadi anggota IT Community UNS dan jadi koordinator IT Community buat FISIP. Jadi sekarang kalo internetan di kampus nggak boleh Cuma buka fesbuk sama blog. Sekarang harus sering cari info buat beasiswa ke Paris. Semangat! Nisa punya masa depan yang cerah. Nisa punya segalanya. Tapi jangan lupa berdoa dan meminta sama Allah ya.

Oh iya, di EAP alias English for Academic Purpose (*neg nggak salah P-nya itu. aku juga lupa) tanggal 26 agustus kemaren, aku dapet nilai 80 dengan rentang huruf A lho! Hehe. Alhamdulillah. Lha soale nggak begitu susah ug. Cuma reading aja. Padahal kemampuan bahasa inggrisku lemah di speaking. -____-“ Tapi tetep Alhamdulillah. jadi aku nggak usah ikut program make up (jangan diartiin secara istilah lho. Soalnya artinya dandan. Diartiin secara bahasa aja, make = membuat dan up = naik. Jadi apa anak-anak? Membuat jadi naik, bu. Ya, betul sekali. -____-“) buat memperbaiki nilaiku. Soalnya hasil EAP dipake buat persyaratan wisuda. Oh iya, ngomongin EAP, jadi inget di UPT P2B (Pusat Pengembangan Bahasa) atau UNS Language Centre ada pelatihan buat bahasa Prancis. Hump. Lumayan sih buat persiapan kalo dapet beasiswa ke sana. Amiin. Aku mau ikut itu aja deh. Semoga aja pelatihannya murah. Amin.

Ayo Nisa, semangat yah! Mimpi kamu masih ada segudang. Jangan Cuma jadi catetan di buku harian doonk. Semangat! Ayo wujudin semuanya dengan berusaha dan berdoa. Kamu punya masa depan. Hidup kamu nggak akan berhenti saat seseorang nyakitin kamu. kamu nggak punya pilihan lain antara maju dan tetep bertahan dalam kesedihan. Kalo kamu pilih bertahan, so kamu nggak akan punya masa depan yang bisa buat mama papa menjawab dengan bangga, “Anakku sekolah di luar negeri” saat ada yang bertanya di mana kamu sekolah dan kenapa kamu nggak selesai-selesai kuliah. Tapi kalo kamu pilih maju dan meninggalkan masa lalu, kamu akan memiliki masa depan yang cerah. Asal kamu tetap berusaha dan berdoa. Kamu nggak punya pilihan lain selain maju dan menjadi cewek yang kuat, ini kata Kakak. Masalah cinta itu bukan hal yang terpenting yang harus kamu pikirin, yang penting masa depan kamu. kalo kamu sukses, liat aja berapa cowok yang bakal ngantri.
*haha. Perasaan ngomongku tambah nggak jelas. Maap. Udah malem nih yang ngetik. Pikiran jadi nggak jelas. :p

Quotes :
Cinta mungkin terlalu sederhana, terkadang kata-kata terlalu sulit untuk mengungkapkannya.

Hump. Mungkin segini dulu aja deh curhatnya. Aku juga bingung mau curhat apa lagi. Mungkin ini postingan kedua yang agak aneh. Lha awale sedih-sedih, akhire malah seneng-seneng. Neg kemarin seneng dulu baru sedih. Piye kie? -____- a Otakku mulai owah kie. Hihi. Astagfirullah. Nggak boleh ngomong gitu. Naudzubillah. Pokoknya tetep semangat aja deh! Jangan bosen baca yah. Don’t give up, guys.

Sampe jumpa di postingan berikutnya yah. Love you. :-D

Rabu, 25 Agustus 2010

After laugh and smile, my tears fell down in my deepest heart.

Happy birthday, my dearest angel, Annisa Mustika Sari …

Alhamdulillah sekarang aku udah berumur 18 tahun. Hump. Umur yang dulu dalam bayanganku terkesan tua banget. Tapi rasanya nggak ada bedanya. Hehe. Tapi di umur yang semakin pendek ini, aku pengin menjadi jauh lebih baik lagi dari sekarang. Aku ingin menjadi orang yang lebih tegar menghadapi segala permasalahan hidup. Aku ingin menjadi seorang wanita yang kuat hatinya supaya aku nggak mudah lemah saat menghadapi segala permasalahan hidup. Tapi tetep aja, aku adalah perempuan biasa yang juga punya perasaan, punya rasa cinta, cemburu, kecewa, bahagia, marah, sedih, dsb. aku adalah perempuan biasa yang juga bisa menangis saat melihat orang yang dia cintai bersama dengan orang lain. Aku adalah perempuan biasa yang juga bisa menangis saat hatinya tersakiti. Tapi aku akan mencoba untuk kuat saat itu semua terjadi. Bukan malah menjadi semakin lemah dan tak berdaya. Mana pertanggungjawaban kita sama Tuhan atas amanah yang Dia beri kalo kita menyia-nyiakan hidup kita untuk hal yang sebenarnya masih bisa kita atasi?

Tahun ini ulang tahunku bertepatan sama adanya bulan Ramadan. Alhamdulillah. Semoga ini bisa menjadi pertanda yang baik untuk usia yang semakin pendek buat aku. AMIIN, Ya Rabb…

Nggak ada niat buat bikin acara ulang tahun. Tapi punya niat buat ngadain buka bersama sama temen-temen di rumah. Tapi setelah konsultasi sama mama, katanya mending nggak usah. Belum tentu mama ada waktu sama belum tentu ada uangnya. Mama bilang mending bikin spaghetti buat sekeluarga aja.

Tapi hari selasa, Bima bilang sama aku kalo temen-temen SBY3A mau buka bersama di rumahku. Lho? Kok bisa punya pikiran yang sama gini ya? Akhirnya aku cerita semua omongan mama sama Bima. Dan akhirnya Bima kasih solusi dengan alternative temen-temen bawa makan sendiri. aku cerita sama mama, dan dengan jelas mama menolak. Mana ada tamu bawa makanan sendiri? nggak sopan atuh. Akhirnya mama mau ikhlas masakin buat buber sama sahabat-sahabat yang aku sayangi. Alhamdulillah. Semoga bisa menjadi pahala untuk kita, ma. Terutama buat mama. I love you, mom.

Dengan bantuan Bima, semua sahabat-sahabatku dating ke acara buber kecil itu. seharian aku nyiapin tempat di rumah sama nyiapin semua alat-alat buat makan. Ba’da ashar, aku masih di hy***mart buat belanja kebutuhan buka bersama. Sekitar jam 15.30, aku sama mama mulai asyik di dapur masakin masakan buat teman-teman. Alhamdulillah.

Sekitar jam 16.30 Dita sama Bila udah dateng. Rajin banget dua anak itu. padahal aku bilang jam limaan. Hehe. Waktu mereka lagi nunggu, aku sama mama masih asyik masak. Dan tiba-tiba terjadi sesuatu yang biasa terjadi di dapur kami saat kami masak besar. Taraaa… GAS ABIS!! Gile… padahal udah mau jamnya buka. Akhirnya aku beli gas baru di toko depan rumah. Biasanya mama bisa masangin tabung. Dan… oh Tuhan! Ada apa lagi ini? gasnya malah ‘ngeses’. Apa sih istilah bahasa indonya? Aku bingung. Hehe… ^_^v. Jadi inget iklan yang ada di tipi, kalo tabung gas ngeses harus segera di bawa keluar ruangan, kalo nggak nanti……(naudzubillah, nggak tega nyebutnya). Karena sama-sama panic, akhirnya mama langsung ambil gas yang buat water heater dan dipasang di kompor gas. Lhah? Terus tabung yang baru gimana? Hehe… tabung yang baru, langsung di taruh di teras dapur buat menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Biasa, bawaan kalo lagi parno… wkwk…

Sekitar jam 17.30, semua hidangan yang terdiri dari seloyang besar spaghetti, semangkuk besar paklay, sepiring besar sambal kentang, dua mangkuk es kelapa muda dingin, dan beberapa uba rampe ( cie… bahasanya uba rampe!) udah siap disajikan. Alhamdulillah saat itu adzan berkumandang. Sepasukan penggempur makanan pun udah siap di ruang tamu. Heheh. Kejem amit bahasanya. Pasukan itu adalah Sanuri, Bima, Yuda, Kuncara, Nanda, Fian, Alnia, Aini, Ida, Yayi, Dita, dan Bila. Sebenernya masih kurang satu lagi. Sahabatku yang paling item. Amarta gagal dateng karena dia sibuk latian paski buat upacara 17 agustusan di kampus (ceilee… kampus, buu. Maksudnya UNS. Mungkin juga mau ngindar dari temen-temen, soalnya ternyata rambut Atha jadi pendek banget. Model bob gitu deeh).

Setelah acara makan malam yang diselingi dengan shalat maghrib dan isya’ selesai, akhirnya ini sesi yang paling menyenangkan, yaituuu……. Photo session. Hihi… bahasaku gaya banget ya? Masa-masa narsis yang dimanfaatin buat mengabadikan segala momen yang indah ini. (hihi.. bahasanya puisi banget yah? :p )

Nggak kerasa, malam semakin larut. Hehe.. lebay. Sebenernya masih jam delapan denk… sekitar jam 20.30, temen-temen udah mulai pada mreteli satu-satu alias pulang. Kebanyakan yang cewek-cewek sih. secara cewek gitu. Masa’ mau pulang malem tah? Dan sekitar jam sembilanan, temen-temen abis total, Cuma tinggal aku sama Bima. Sebelum dia pulang, aku sama dia sempet ngobrol-ngobrol dulu. Dia bilang, dalam tas kado dari temen-temen, ada beberapa surat buat aku. Aku sempet bercanda. Aku bilang, “Kalo aku nangis baca surat dari kamu gimana? Kamu nggak lupa kan punya janji sama aku buat nggak buat aku nangis lagi karena kamu?” dan dia jawab, “Nangis aja nggak apa-apa. Kan nangisnya nangis bahagia.” Aku Cuma ketawa denger dia bilang itu. semoga aja begitu.

Setelah dia pulang, aku masuk ke dalam rumah dan mulai baca sepaket surat yang terdiri dari lima bagian. Tau nggak sih, kawan, sebelumnya aku berharap kalo surat itu akan membawa berita bahagia di hari ulang tahunku sebagai kado terindah dari dia tahun ini. pelan-pelan aku baca. Dalam surat pertama, aku ngerasa perasaanku mulai nggak enak. Karena di sana ada puisi. Di ujung puisi itu, ada kalimat yang berbunyi, ”Cinta remaja, ada yang bilang pantas, ada yang menganggap palsu. Hanya permainan hati... Aku terjaga ketika kata-kataku harus menjadi nyata, terjebak antara logika dan perasaan, kadang aku pun tak kuasa hingga harus jatuh terbuang. Tapi semua tertutup oleh kekuatan persahabatan, tak akan ada yang mampu merubahnya!” ya Tuhan, ada apa ini? perasaanku semakin buruk saat membaca semua itu. dalam hati aku berharap, semua kan tetap baik-baik saja.

Aku mulai berpindah di surat kedua. Innalillah. Ada tiga lembar. Kenapa perasaanku semakin nggak enak? Tuhan, tenangkan hatiku. Perlahan aku membaca surat itu. dengan sangat perlahan. Dan dengan sangat perlahan juga, air mataku mulai berderai. Terus berderai. Semakin deras. Tuhan, apa ini? kenyataan apa ini? apa ini yang dia maksud dengan nangis bahagia? Kawan, jangan anggap ini semua berita bahagia. Aku bukan menangis bahagia, aku menangis kecewa dan sedih. Mana ada seorang manusia pun yang akan menangis bahagia saat mengetahui bahwa dia bukan orang satu-satunya dalam hati orang yang sangat ia cintai dan sayangi? Mana ada?! Ini semua terlalu menyakitkan untukku. Semuanya gelap. Aku hanya dapat meringkuk di sebelah tempat tidurku. Menangis tertahan. Tanpa suara. Aku nggak mau membuat semua orang di rumah ikut sedih karena ini semua. Aku nggak ingin mereka tau bahwa laki-laki yang selama ini mereka percaya bisa menjagaku membuat aku menangis di hari ulang tahunku.

Mungkin kalian bingung kenapa ini? oke, aku akan ceritain semuanya. Awal surat emang nggak masalah, dia Cuma nge-flashback masa lalu kami. Fine, ini nggak apa-apa. Tapi saat kalimat, “Dulu (ini saat aku pertama aku deket sama dia – baca postingan awal tentang album masa remaja yang formatnya adalah surat untuk dia) , aku hanya mengikuti nafsu sesaat yang ingin membuktikan ke orang lain bahwa aku bisa punya gebetan atau pacar. Saat itu aku bener-bener dipusingkan sama rayuan Ardian untuk menjadikanmu pacar, dan akhirnya aku nyatakan perasaanku tanpa pikir panjang (waktu itu Ardian bilang kalau kamu juga (kata 'juga' dicoret) suka sama aku)” Oh Tuhan, apa ini? aku dipermainkan? Jadi selama ini dia nggak pernah bener-bener sayang sama aku? Tuhaaan. Apa salahku? Jadi ketulusanku dibalas dengan seperti ini?

Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan membaca surat itu. saat di halaman kedua, ada kalimat, “Saat aku tau kenyataam bahwa kamu udah punya hubungan dengan Mr. X (ini yang dimaksud Fian), aku seolah mencari pelarian. Organisasi. Ya, di sanalah aku bertemu dengan seorang yang bernama Bunga (nama samaran). Dia dekat dengan aku, dan lama-lama sebagai jomblo yang normal, mulai tumbuh benih-benuh cinta. Dia memilik sifat yang 180 derajat berbeda denganmu. Beberapa sifat yang tidak aku suka dari kamu, merupakan kelebihan miliknya.” What? Apa maksud ini semua? Fine, aku emang salah dulu sempet pacaran sama Fian, tapi itu terjadi juga karena dia sama sekali nggak kasih aku kepastian! Tapi kenapa kayak gini sih? aku sama sekali nggak suka dibanding-bandingin! Kenapa ini, Tuhan? Apa salahku? Kalau kita sayang sama orang lain, kita juga harus mencintai kelemahannya. Itu yang namanya cinta. Itu yang selalu aku lakukan untuknya. Aku berusaha menerima semua kekurangannya. Aku berusaha memaklumi. Inikah balasan untukku?

Lalu, aku kembali membacanya. Dan di bagian bawah halaman berikutnya, aku mendapati sebuah pernyataan, “Saat itu aku memang benar-benar ada di hatimu, Nis. Sehingga perhatianku bisa maksimal.” Ya Tuhan, salah apa aku? Jadi selama ini aku nggak ada di hatinya? Jadi ini yang sebenarnya terjadi?

Di halaman berikutnya, aku semakin shock. Aku simpulkan, dia takut berkomitmen sama aku, dia takut nggak bisa bertanggung jawab dengan komitmen yang akan dia buat sama aku, dia takut nggak bisa mewujudkan semua harapanku sama dia. Masyaallah, mas Bima, bukannya kita pernah ngomongin ini sebelumnya? Aku pernah bilang kan, aku akan nunggu kamu sampe kamu siap nerima semua tanggung jawab buat jaga aku.

Aku semakin merasa tidak berguna saat aku membaca bagian bawah di halaman itu. “Pikiran itu terus berlanjut kepada keinginan untuk meninggalkanmu. Tapi itu hanya pikiran yang dilandasi nafsu semata. Aku berusaha bersikap sebiasa mungkin. Parahnya, saat itu Bunga memberikan perhatian yang aneh kepadaku. Perhatian yang aku harapkan.” Ini yang dimaksud saat dia semakin sibuk sama acara yang diadain organisasi (tempat dia dan bunga bertemu) sedang berlangsung. Saat itu aku berusaha buat nggak hubungin dia karena aku nggak mau ganggu dia, aku nggak mau sms-ku ngerecokin dia. Saat itu aku bener-bener nggak mau bikin konsentrasinya terbagi. Aku mau dia konsen sama acara itu. aku ikhlas selama empat hari nggak sms dia. Padahal saat itu adalah saat-saat aku membutuhkan perhatiannya karena aku sakit. Tapi aku tetap berusaha untuk nggak egois sama dia. Aku melakukan ini semua juga supaya aku nggak jadi gampang marah karena aku yakin, pasti tanggapan omonganya kalo lagi sibuk pasti akan dingin. Kalo aku udah marah atau balik menanggapi dingin, ini akan sangat berpengaruh pada suasana hatinya saat itu. apalagi dalam acara itu, dia akan membutuhkan suasana hati yang baik. Tapi kenapa ini semua balasannnya? Sebegitu tak berartinya aku untuknya?

Di akhir surat, dia bilang, “Aku semakin mantap untuk menempatkanmu sebagai sahabatku. Begitu juga Bunga. Sayang yang aku berikan adalah sayang PERSAHABATAN. Sayang yang akan abadi hingga aku mati nanti. Perhatian yang aku berikan adalah perhatian seorang SAHABAT.”

Aku nggak pernah mempermasalahkan statusku sama dia yang hanya sebagai sahabat. Lebih baik menjadi sahabatnya daripada aku kehilangan dia sama sekali. Yang membuat aku kecewa, yang membuat aku shock adalah adanya keberadaan Bunga di antara kami. Setelah aku putus dari Fian, aku berusaha untuk nggak tertarik sama cowok lain. Kalau pun aku punya hubungan sama cowok, paling mereka itu adalah Yuda, Sanuri, Nanda, Kuncara, Fian (yang udah aku anggap temanku) sama Kevin (kakakku). Kalian tau kan siapa mereka? Mereka adalah sahabat-sahabatku yang juga sahabatnya kecuali Kevin. Selain itu? nggak ada sama sekali. Aku benar-benar menutup hati untuk laki-laki lain yang akan masuk ke dalam hatiku. Aku benar-benar berniat untuk menjaga hatiku untuknya. Tapi inikah semua balasannya?

Kenapa aku merasa ini semua nggak adil buat aku? Kenapa aku yang lebih dulu bertemu, lebih dekat dan lebih mengenal dia bisa dikalahkan dengan seseorang yang baru ia kenal? Bolehkah kali ini aku egois dengan keadaan ini? aku ingin sekali mengatakan padanya, bahwa aku ingin dia tetap bersamaku. aku sedih. Aku linglung. Aku frustasi. Inikah balasan untuk semua ketulusan hatiku padanya?

Ya Allah, Ya Rabbku, inikah karma atau azab untukku karena aku pernah meninggalkannya untuk lelaki lain? Inikah karma untukku karena aku meninggalkan lelaki itu untuk kembali padanya? inikah yang dulu dia rasakan hingga akhirnya ia mencintai Bunga? Hah? Mencintai? Aku baru sadar sesuatu, setelah aku tau kalo saat pertama kali dia bilang sayang sama aku itu atas suruhan Ardian, sampai saat ini aku nggak tau apakah ia benar-benar menyayangiku. Aku nggak pernah tau gimana perasaannya padaku yang sebenarnya. Aku hanya mengandalkan feeling-ku atas semua perhatiannya padaku. Perhatian yang kata semua sahabatku lebih dari sekedar perhatian pada sahabat. It’s really great! Aku ke-GR-an, kawan! Aku kepedean! Wow… nisa. Nisa. Kamu bodoh sekali. Bisa-bisanya kamu salah menafsirkan perhatiannya sama kamu.

Lalu kalau begini kenyataannya, apa maksud semua yang telah terjadi hampir delapan bulan ini (setelah aku sama dia kembali mengisi hari bersama-sama, mengganti hari-hari kami yang seharusnya indah setelah dia memutuskan untuk menggantung perasaanku dulu) ? jadi semua penantianku selama tiga tahun nggak ada artinya sama sekali? Jadi semua pengorbananku sia-sia? “Masyaallah, Nisa. Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu. Kamu harus ikhlas dengan apa yang terjadi saat ini. insyaallah, Dia punya rahasia atas semua ini. bisa jadi ini ujian buat hatimu dan hatinya. Bisa jadi ini seleksi. Bukannya dari dulu kamu udah meramalkan kalo ini semua akan terjadi? Harusnya kamu nggak kaget donk, sayang. Yang kuat ya, Nisa sayang. Bukannya kamu udah buat perjanjian sama hati kamu untuk tetap kuat dengan apapun yang terjadi di antara kalian di masa depan nanti? Kalo kamu kuat ngadepin ini semua, rasa cinta dan rasa sayang di antara kalian akan semakin kuat. Bukannya kamu udah berkomitmen dari awal, siapapun yang akan jadi cinta pertamamu, dia juga yang akan menjadi cinta terakhirmu? Dan kamu kan tau, dia cinta pertamamu. Jadi kamu harus bisa melalui ini semua dengan kesabaran dan ketabahan. Minta sama Allah ketenangan hati, penyelesaian atas ini semua. Kalo pun dia bukan yang terbaik untuk kamu, Dia akan nunjukin semua ini langsung di depan matamu. Kalo pun dia bukan untukmu, Allah akan mengirimkan orang lain yang lebih baik untukmu. Walaupun aku tau, di hatimu namanya udah terpatri dengan rapi. Walopun ada laki-laki lain, dia akan tetap kamu cintai. Walopun aku tau, kamu nggak akan pernah menghadirkan laki-laki lain dalam hidupmu.” Nasihat hatiku yang paling dalam.

Mas Bima yang paling aku sayangi, kalo kamu baca ini semua, aku nggak berniat untuk menjelek-jelekkan kamu. aku udah nggak tau harus mengungkapkan perasaanku dengan cara apa. Aku hanya ingin kamu tau apa yang aku rasain saat ini. aku ingin kamu melihat ini semua dari sisi aku. Aku tau ini semua juga berat untuk kamu. kamu ingin bersikap adil sama aku dan Bunga. Kamu ingin bersikap realistis tentang hubungan kita. Tapi hubungan kita ini urusan hati, sayang. Hati dan logika nggak akan pernah bisa bersatu. Aku tau banget gimana rasanya kamu saat ini. tapi pernah nggak sih kamu mikirin gimana perasaanku? Pernah nggak sih kamu memposisikan diri sebagai aku? Pernah nggak sih kamu berpikir bagaimana akibat dari suratmu itu sama aku? pernah kah? Dan pernah kah terbayangkan olehmu bagaimana perasaanku saat aku mengetahui ini semua di hari ulang tahunku? Di hari yang seharusnya menjadi hari yang indah dan berkesan untukku. aku emang manusia biasa, Mas. Aku nggak punya kelebihan apa-apa. Aku punya banyak kekurangan. Mungkin kekuranganku ini yang nggak kamu sukai. Tapi kalo kamu benar-benar sayang sama aku, berusahalah mencoba untuk menyukainya. Karena kasih sayang yang sejati adalah saat kita juga mencintai kekurangan orang yang kita sayangi. Itulah yang selama ini berusaha aku lakukan untukmu. Aku mencoba mengerti saat kamu sibuk. Padahal kamu tau sendiri aku nggak suka kamu sibuk. Aku berusaha mengalah atas semuanya, mas. maafin aku. tanpa aku harus mengatakannya, aku tau kamu pasti mengerti gimana perasaanku sama kamu. maaf.

Maaf, kawan, kalo postinganku kali ini menye-menye banget. Tapi hanya dengan ini aku bisa meluapkan semua perasaanku. Ini akan jauh lebih baik daripada aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku hanya karena perasaan sakitku ini yang begitu besar. Aneh, bunuh diri kok buat hal yang kayak gini. Aku masih punya masa depan yang nantinya akan aku rajut dengan indah. Konyol. Pikiran dangkal. Itulah sebabnya kenapa aku menulis ini semua. Untuk mengantisipasi munculnya pikiran itu karena perasaan sakit yang tertahan.

Maaf kalo ada kata-kata yang menyakitkan beberapa pihak. Aku memang manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah. Namun di hatiku hanya satu, cinta untukmu luar biasa. (maaf Mas Yovie Widianto, saya pinjam lirik lagu ‘Manusia Biasa’ nya ya. Abis pas banget sih. hehe.)

Mungkin cukup sekian postinganku kali ini. aneh mungkin, soalnya dari awal kayaknya postingan yang membahagiakan. Tapi akhirnya malah sedih-sedihan. Maaf ya. Sampai jumpa di postingan berikutnya yah!! Semoga postingan berikutnya bisa lebih indah dari ini. amin. Happy birthday, my dearest angel.