Kamis, 26 November 2009
Indonesia.ku tetaplah bertahan dalam situasi ini....
indonesia nggak akan maju kalo pemerintahannya diisi sama orang-orang yang nggak bermoral. katanya hukum indonesia adil. tapi mana?? liat ibu Minah dari Banyumas yang cuma nggak sengaja mungut 3 butir kakao seharga 3000, dia divonis hukuman 1tahunan penjara. di sisi lain, ada anggodo, dia jelas seorang yang mencuri duit negara. tapi sampe sekarang nggak ditahan. yupz, nyuap kejaksaan!
indonesia nggak akan maju kalo pemerintah nggak pernah peduli dengan nasib rakyat. ambil contoh aja dengan kebijakan ujian nasional yang terbaru. MOVING TEST. yang tempat ujiannya diacak. kalo di solo sih masih nggak apa-apa. coz ada di kota. transport masih agak gampang. nah kalo di papua?? waktu mereka udah abis di jalan buat berangkat ke sekolah tempat ujiannya. kenapa sih pemerintah nggak mikir, indonesia itu negara kepulauan. iya kalo tempat ujiannya masih satu pulau. kalo beda pulau? kan berabe banget!! belum lagi beban psikis yang harus ditanggung sama siswa dengan standar nilai yang semakin naik dan semakin susah cari kuliah?? belum lagi ujian nasional 2010 diajuin jadi maret 2010. beban siswa makin banyak kan?
kenapa sih pemerintah nggak pernah mikirin dampak psikologis yang ditimbulkan dari kebijakan-kebijakan baru itu? aku sedih banget liat indonesia yang sekarang. pemerintah bener-bener lalai! Pak SBY dan pak Boediono, aku harap, beliau berdua bisa mengerti jeritan hati anak-anak bangsa.
aku nggak mau jadi anak korban kebijakan lagi seperti yang udah-udah. aku nggak mau adik-adikku jadi korban kebijakan. aku udah bertekad setelah lulus SMA aku bakal sekolah di jurusan Psikologi. setelah lulu, aku mau kerja di DEpdiknas di bidang perencanaan pembelajaran. supaya aku bisa membuat suatu sistem pembelajaran yang sesuai dengan psikis anak dan membentuk karakter anak yang sesuai dengan harapan masyarakat, agar menjadi penerus bangsa yang terbaik. amiiin...
doakan aku ya....
Kamis, 02 April 2009
Kampanye macam apa ini??!!!?
Tanggal 2 April 2009 jadwal Kampanye terbuka di Kota Solo adalah partai tuuuuuut......
masa' konvoi kok suaranya keras banget!!! sampe-sampe telingaku suakitnya minta ampun!!! duh, abis ini kayaknya aku harus ke dokter THT!
kampanye terbuka itu tujuannya kan buat cari simpati! bukannya buat orang harus ke THT!
harusnya mereka mikir. apa coba gunanya kaya gitu!! knalpot dilepas, ugal-ugalan di jalanan, nggak pake helm, mainan klakson, mau menang sendiri di jalanan,dsb. itu nggak cuma ngerugiin orang yang ada di sekitarnya. bukannya itu juga ngerugiin mereka? otak mereka udah nggak di kepala lagi! tapi di dengkul!! Gila!! nggak penting banget kan??
kalo mau cari simpati harusnya bukan dengan cara yang kayak gitu. ngapain gitu kek yang bermanfaat dan itu bisa buat masyarakat seneng dan otomatis itu bisa narik perhatian masyarakat. contohnya kerja bakti atau baksos ke panti asuhan atau apa gitu kek!
cari simpati kan nggak harus dengan konvoi kan? kalo konvoi itu buang-buang uang buat beli bensin belum lagi gas buangan dari motor bisa nyebabin global warming. nah, kalo udah gitu kan ngerugiin semuanya tho?? mending juga uangnya buat apa gitu kek yang berguna. ini jaman susah, mas!! mending buat kerjabakti atau baksos gitu.
mau jadi apa negeri ini kalo baru kampanye aja udah buang-buang duit! gimana kalo udah jadi orang yang bakal nempatin kursi-kursi di Senayan dan kursi-kursi di DPRD???
Kamis, 19 Februari 2009
Demokrasi negeriku, benarkah sudah demokrasi???
Bukti lain yang menunjukkan hal tersebut adalah, sikap para pemimpin negara kita, sebut saja ibu Megawati Soekarnoputri yang menyebut pemerintahan Presiden SBY dengan "senam poco-poco" yang gerakannya maju selangkah, tapi lalu mundur selangkah lagi. Itu menunjukkan bahwa Ibu Mega tidak dapat menerima kekalahannya dalam Pemilu 2004 lalu. Dan hal yang seperti ini, tidak pantas dicontoh oleh para generasi muda calon-calon pemimpin bangsa. Tapi ironisnya, banyak dari para generasi muda yang sudah menunjukkan gejala ke arah tersebut. Hal ini sangat menunjukkan betapa bobroknya mental masyarakat Indonesia.
Ada lagi, untuk mendapatkan suatu kemenangan, tak asing bagi kita kata "suap menyuap". Sungguh suatu hal yang sangat menyedihkan. Saat uang berbicara pada hal ini. Seakan-akan hukum rimba berlaku di sin. Siapa yang kuat dialah yang menang. Dalam hal ini, arti kata "kuat" adalah siapa yang berdompet tebal. Sungguh hal yang sangat memalukan!!
Kembali saya bertanya, demokrasi negeriku, benarkah sudah demokrasi??
Menurut saya, tak ada salahnya kita mencontoh sikap Hillary Clinton, Menlu AS yang dalam wawancara eksklusifnya di sebuah stasiun televisi swasta nasional tadi pagi, mengaku cukup kecewa saat dia kalah dari Presiden Barrack Hussein Obama dalam pemilu Presiden AS. Tapi dia juga menuturkan bahwa jika ia kalah, maka ia akan mendukung siapapun yang menang. Hillary Clinton juga menyatakan ia akan mendukung Obama dalam pemerintahannya, karena ia percaya, ini yang akan ia sumbangkan untuk negerinya. dia mengungkapkan "Ini untuk kemajuan Bangsa saya". Sungguh suatu sikap yang patut dicontoh.
Andai saja semua pemimpin bangsa kita dapat bersikap seperti itu, alangkah indahnya kehidupan di bangsa kita ini...
Saya sangat berharap, demokrasi di Indonesia dapat mengalami perubahan. Dan untuk mencapai perubahan, kita membutuhkan anak tangga pertama. Kita tidak pantas menunjuk siapa anak tangga pertama itu. Tapi arahkan jari telunjukmu pada dirimu sendiri. Ya, sebuah perubahan berasal dari diri kita sendiri.
Kita tunggu saja, apa gebrakan yang akan dibuat oleh para generasi muda calon pemimpin masa depan negeri kita ini...